Sudah 2 hari aku menjalani pemeriksaan mata di RS Mata Cicendo Bandung. Awalnya niatan kami adalah operasi Lasik untuk mataku. Alhamdulillah beberapa teman dari organisasi daerahku turut memberi bantuan dana untuk operasi ini. Saya belum sempat mengucapkan terimakasih kepada seluruh rekan dan kakak kelas dari IMATAPSEL Bogor yang telah berbaik hati untuk berbagi demi membantu saudaranya, semoga ALLAH SWT memberi kalian semua balasan dengan berjuta kebaikan Aamiin..
Pada awal pemeriksaan dengan beberapa lat yang menurut cukup canggih ditemukan kejanggalan sehingga aku dirujuk keruangan lain untuk pemeriksaan lanjutan. Pada saat itu dokter melihat seperti ada tetesan airmata yang ada di sekitar retina mataku.
Pemeriksaan dan tes-tes berkesinambungan harus kujalani. Aku lupa lagi apa saja nama tes yang kujalani termasuk yang paling berkesan adalah saat pemeriksaan lapang pandang menggunakan sebuah alat yang mana aku diminta melihat titik titik cahaya dan jika melihatnya aku harus langsung menekan sebuah tombol yang ada di tanganku. Hasilnya...hanya beberapa titik yang kulihat, padahal kata istriku disana sangat banyak titik.
Setelah 3 hari pemeriksaan tibalah saatnya menerima penjelasan tentang penyakit mata yang kuderita. dr. Rova SpM yang menjadi dokter utama yang menanganiku memberi penjelsan yang cukup membuat langit serasa runtuh, aku didiagnosa menderita Retinitis Pigmentosa. Sebuat penyakit dimana penderitanya mengalami peradangan retina yang menyebabkan memudarnya pigmen mata dan yang paling membuatku terpukul, penyakit ini belum ada obatnya. Istriku lebih terpukul daripada kau sendiri, bebrapa bulir air bening mengalir dari mata indahnya. Sabar bu.. hanya itu yang bisa kukatakan, padahal dalam hati aku juga menangis apalagi jika teringat anakku azka, akankah nanti anakku mempunyai seorang ayah yang buta.. Aku takut..
Saat itu aku tak tahu apa itu Retinitis Pigmentosa, yang aku tahu cuma sebatas apa yang dokter jelaskan dan sebagian tak kudengar karena lamunanku membawa aku ke berbagai macam fikiran.
Yang kuingat saat itu Retinis Pigmentosa adalah penyakit mata yang tak bisa disembuhkan dan yang paling mengerikan 2 sampai 3 tahun lagi aku mungkin BUTA..! Ya Allah aku tak siap buta... Penyebabnya juga masih belum jelas, bisa karena Genetik, benturan di waktu kecil atau adanya penyempitan saraf di otak tak taulah.. yang ku tahu kata dokter ini penyakit langka.
Aku takut buta...
Saya juga RP. tapi tetap semangat. kerjakan apa yg bisa kita kerjakaan saat ini. jangan takutkan hal goib yg belum tentu datang.
ReplyDeleteSekarang saya sudah lulus kuliah, karena tidak bisa kerja di kantor-kantor. akhirnya saya mencoba buka usaha dalam bidang pendidikan.
ini webnya www.tobecourse.com saya terus berfikir dan bergerak sebisa saya. mudah-mudahan km tetap semangat.
Saya ju ga kena RP, Jangan pernah khawatir dgn masa depan.. Burung di udara, hewan di darat, ikan dilaut pun di pelihara Nya.. Berusahalah konsumsi vitamin untuk saraf dan salah satunya kunyit kuning yang di tumbuk halus (banyak dijual pada orang2. India sbg rempah2).
DeleteKunyit kuningnya apakah dikonsumsi?
ReplyDeleteIya saya setuju. Setelah beberapa tahun menjalaninya saya berkesimpulan bahwa takdir tak dapat ditolak. Akan tetapi kita tetap harus semangat menuju ke depan, tak ada guna membuang energi dengan terus bersedih. Salam kenal Sahabatku :)
ReplyDeleteSy Penderita RP sejak akhir Sekolah Dasar,Umur y sekarang 40 tahub dan kondisi mata saya kian Parah. Sy juga tetap berusaha ut tetap Semangat dan semoga TUHAN menunjulkkan kepada para AHLI ut menemukan OBAT dari RP ini
ReplyDelete