Tuesday, December 16, 2014

Email Lowvi Caring From SDF : Menjadi Relawan

Email Lowvi Caring From SDF : Menjadi Relawan
CareforLowvision SyamsiDhuha    Mon, Dec 15, 2014 at 10:03 AM

Menjadi Relawan

Salam dan selamat pagi Sahabat,
Semua orang memang mendapat jatah waktu yang sama, 24 jam seharinya.
Sebagian besar waktu kita terpakai untuk bekerja atau sekolah, beraktivitas lainnya dan tentu saja untuk tidur.
Hampir semuanya adalah untuk kepentingan kita atau keluarga...
Masih adakah waktu yang bisa kita sisihkan untuk kepentingan orang lain ?
Adakah orang atau bagian masyarakat yang perlu bantuan yang kita bisa bantu ?
Maukah kita berbagi, tidak selalu harus dengan harta, namun dengan tenaga, pemikiran, perhatian, kasih sayang yang bisa kita berikan kepada mereka yang membutuhkan ?
Menjadi relawan, berbuat suatu kebaikan bagi orang lain, sebenarnya bukan hanya untuk membantu mereka yang membutuhkan. Sebenarnya, kitalah yang akan banyak mendapatkan pelajaran dari mereka.
Menjadi relawan adalah sebuah paradoks, karena sebenarnya bukan mereka yang membutuhkan kita tetapi justru kitalah yang membutuhkan mereka, karena merekalah yang akan membuat diri kita "tak ternilai"..

"Volunteers are not paid not because they are worthless, but because they are priceless"
(Sherry Anderson)

Have a blessed week

Salam (epp)

Email Lowvi Caring From SDF : Berburu Pengalaman

Email Lowvi Caring From SDF : Berburu Pengalaman
CareforLowvision SyamsiDhuha    Mon, Dec 1, 2014 at 2:01 PM

Berburu Pengalaman

Salam dan selamat pagi Sahabat,
Setiap kali mengalami suatu kejadian atau permasalahan, apa rekasi kita ? Paling tidak ada tiga kemungkinan reaksi kita : Pertama, biasa saja,  mengabaikan atau tidak peduli. Kedua, kesal, berusaha menghindar karena membuat tidak nyaman. Ketiga, mencoba belajar sesuatu, mencari solusi dan menjadikannya sebagai suatu pengalaman berharga.

Mana yang lebih sering kita pilih ?
Sebenarnya, reaksi mana yang kita pilih, akan menentukan suasana hati dan "kebahagiaan" diri kita di tengah kejadian atau permasalahan yang sedang dihadapi. Pilihan ketiga adalah pilihan bijak yang paling memberikan "kebahagiaan", karena setiap masalah yang dihadapi akan dipandang sebagai cara Tuhan mengajari kita menjadi orang yang "lebih". Entah lebih pintar, lebih kuat, lebih bijak dan segala "kelebihan" lainnya...

Jangan abaikan setiap kejadian sebelum kita yakin bahwa tidak ada satu halpun yang bisa kita pelajari dan kita jadikan sebagai pengalaman berharga...

Jangan hindari permasalahan, karena perjalanan menemukan solusi dari setiap permasalahan adalah proses "berburu" menemukan mutiara bernama pengalaman...

"One thorn of experience is worth a whole wilderness of warning" (James Russell Lowell)

Have a blessed week.

Salam (epp)

Email Lowvi Caring From SDF : Keep Sabar - Keep Ikhtiar

Email Lowvi Caring From SDF : Keep Sabar - Keep Ikhtiar
CareforLowvision SyamsiDhuha    Mon, Nov 10, 2014 at 11:47 AM

Keep Sabar - Keep Ikhtiar

Setiap manusia pernah atau akan mengalami kesulitan dan ketidaknyamanan dalam kehidupannya.  Salah satu kesadaran yang perlu dibangun adalah keyakinan bahwa setiap kesulitan yang terjadi merupakan cara Tuhan mempersiapkan kita untuk menerima sesuatu yang lebih besar dari yang sebelumnya kita terima...
Banyak kesuksesan dunia seperti pemikiran besar, penemuan besar, penciptaan dan pencapaian besar selalu didahului oleh kesediaan menjalani kesulitan dan pengorbanan yang juga besar.  Bahkan ketika sesuatu yang besar itu tidak kita terima di dunia, maka pasti akan kita terima di kehidupan akhirat kelak, sepanjang kita mau tetap bersabar, berikhtiar dan tetap berada dalam koridor ketaatan kepada-Nya.
"The very greatest things - great thoughts, discoveries, inventions – have usually been nurtured in hardship, often pondered over in sorrow, and at length established with difficulty" (Samuel Smiles)
So, keep sabar - Keep ikhtiar...
Have a blessed week

Salam (epp).

Email Lowvi Caring From SDF : Searching & Learning

Email Lowvi Caring From SDF : Searching & Learning
CareforLowvision SyamsiDhuha    Mon, Nov 3, 2014 at 11:39 AM

Searching & Learning

Salam dan selamat pagi Sahabat.
Mungkin kita bisa menganggap tersedianya internet dan mesin pencari (search engine), merupakan salah satu penemuan terbesar dalam sejarah manusia.
Informasi tentang apapun yang kita ingin tahu atau ingin kita cari, hampir selalu tersedia dengan hanya menggunakan ujung jari-jari kita melalui komputer, laptop atau smartphone..
Searching and learning - mencari dan belajar - menjadi begitu mudah.
Masihkah kita sulit untuk mencari dan belajar ?
Dan ternyata semua pencapaian dari keinginan dan cita-cita manusia dimulai dengan mencari dan belajar.
Dan ternyata Tuhanpun lebih senang menurunkan petunjuk, bantuan dan keajaiban-Nya kepada mereka yang mau berusaha mencari dan belajar.
 "Learning is the beginning of wealth. Learning is the beginning of health.
Learning is the beginning of spirituality. Searching and learning is where
the miracle process all begins"
(Jim Rohn)

Have a blessed week

Salam (epp)

Email Lowvi Caring From SDF : Keep Learning

Email Lowvi Caring From SDF : Keep Learning
CareforLowvision SyamsiDhuha    Mon, Oct 20, 2014 at 11:47 AM

Keep Learning

Salam dan selamat pagi Sahabat,
Banyak orang menjadi khawatir dengan bertambahnya umur. Ketidaknyamanan
fisik karena penyakit, berkurangnya kecantikan atau ketampanan, berkurangnya
kekuatan dan hal lain yang bersifat fisik, sering menjadi alasan
kekhawatiran...
Padahal semua itu adalah suatu keniscayaan yang suka atau tidak suka akan
dan harus terjadi dan harus dihadapi. Namun, proses "penuaan" yang
sesungguhnya bukanlah sekedar proses secara fisik. Yang membedakan seseorang
dengan orang lain dalam menghadapi proses "penuaan" adalah apakah ia mau
tetap belajar dan beribadah...
Karena di situlah yang akan membedakan bahagia tidaknya seseorang menjalani
proses "penuaan" tersebut...
"Anyone who stops learning is old, whether at twenty or eighty. Anyone who
keeps learning stays young. The greatest thing in life is to keep your mind
young" (Henry Ford).
"Age is an issue of mind over matter. If you don't mind, it doesn't matter"
(Mark Twain).
Have a blessed week.

Salam (epp)

Email Lowvi Caring From SDF : Perhatian Sang Ibu

Email Lowvi Caring From SDF : Perhatian Sang Ibu
CareforLowvision SyamsiDhuha    Wed, Sep 3, 2014 at 8:46 AM

Perhatian Sang Ibu

Siang itu ketenangan Komp. DDK Dago, lokasi dimana basecamp SDF berada, sempat terusik saat iring2an motor & mobil Polisi mengawal kedatangan 2 bus yang berisi para Ibu Perip (Persatuan Istri Purnawirawan) dari Jakarta yang diketuai Ibu Ratna Djoko Suyanto – istri Menkopulkam datang berkunjung ke SDF. Berseragam merah2, para Ibu ini tak canggung untuk duduk lesehan di SDF, yang kedatangannya disambut hangat oleh para wakil sahabat Odapus, Lovi & relawan.

“Halo... apa kabar mbak Dian?”, sapa hangat Bu Ratna seraya memelukku erat, yang untuk pertama kalinya bertemu langsung dengan beliau. “Sudah lama nih pengen ketemu & pengen nengok kesini”, lanjut beliau lagi. Benar kata orang, terkesan pribadi beliau yang ramah & rendah hati. Ucapan selamat datang pun segera dilayangkan & disambut dengan persembahan lagu ‘Mentari’ yang dialunkan oleh The Lulo - ‘girl band’ SDF yang beranggotakan Lovies Rina pada biola, Luppies Helin & Lisna pada gitar & Luppies Medina pada vocal. Untuk pertama kalinya mereka memberanikan diri tampil walau belum lengkap dengan kehadiran sang pemain keyboard. Dengan tulus & sepenuh hati mencoba membalas cinta para Bunda dengan melantunkan bait demi bait lagu ‘Mentari’ karya Iwan Abdulrahman. Para Ibu menyambut penampilan mereka dengan tepukan hangat & melalui Ibu Ratna menyampaikan niat & keinginan mereka untuk memberi dukungan kepada para sahabat Odapus & Lovi. Secara singkat, apa & bagaimana Lupus & Low vision pun disampaikan kepada para Ibu, yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Terasa masih banyak yang ingin disampikan, namun apa daya waktu jualah yang membatasi pertemuan singkat siang hari itu. Tali asih pun diserahkan oleh Ibu Ratna kepada wakil sahabat Lovi & sahabat Odapus. Bantal multifungsi si Luppy & si Lovi pun berpindah tangan ke dekapan Ibu Ratna & Ibu Suprihadi sebagai tanda cinta SDF kepada para Ibu yang sudah mau peduli & berbagi. “Terima kasih Bu, atas perhatian & kasih sayang yang diberikan.... Jangan lupa juga cicipi cireng cocol & cimpring gonjrengnya....”. Ah betapa indahnya ketika Tuhan mempertemukan insan dengan hati yang penuh cinta...

Di penghujung acara, para Ibu pun diajak The Lulo bernyanyi & berekspresi lagu ‘Never give up’ :

Smangat hidup tak kan pernah padam, saling peduli dan berbagi.
Walau berliku jalanan mendaki, namun tak kan pernah berhenti.
Tak lelah melangkah, tuk bangun asa raih mimpi.
Bersama sahabat berjuang dan memberi makna.

 Reff :  Never give up tak mudah patah


Never give up tak mudah menyerah

Email Lowvi Caring From SDF : Menjadi Pemimpin

Email Lowvi Caring From SDF : Menjadi Pemimpin
CareforLowvision SyamsiDhuha    Mon, Aug 11, 2014 at 1:31 PM
Bcc: arfan.hsb@gmail.com

Menjadi Pemimpin

Salam dan selamat pagi Sahabat,
Kadang kita tidak menyadari bahwa setiap diri kita adalah pemimpin, paling tidak pemimpin bagi diri sendiri...
Seorang pemimpin bagi diri sendiri seharusnya bisa memotivasi dirinya sendiri untuk selalu berperilaku, berbuat sesuatu dan menjadi orang yang lebih baik..
Pada akhirnya, seorang anak lelaki akan menjadi seorang ayah dan pemimpin keluarga. Seorang anak perempuan akan menjadi seorang ibu dan pemimpin dalam mendidik anak-anaknya.
Seorang lelaki atau perempuan bisa juga akan menjadi pemimpin bagi orang lain di kantor atau di lingkungannya...
Dan menjadi pemimpin bagi orang lain tidak akan sanggup djalani kalau untuk memimpin dirinya sendiri saja masih belum mampu, karena menjadi pemimpin berarti apa-apa yang kita lakukan akan menginspirasi orang lain untuk berani bermimpi lebih tinggi, belajar lebih giat, berbuat lebih banyak dan menjadi orang yang lebih baik ... 
"If your actions inspire others to dream more, learn more, do more and become more, you are a leader..." (John Quincy Adams)
Have a blessed week.

Salam (epp).

Email Lowvi Caring From SDF : Terlena..

Email Lowvi Caring From SDF : Terlena..
CareforLowvision SyamsiDhuha    Tue, Jul 22, 2014 at 8:24 AM

Terlena..

Assalamualaikum  wr.wb.
Sahabat,
Ini bukan tentang lagu dangdut yang dibawakan Ikke Nurjanah...
Tapi ini adalah tentang kesadaran....
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terlena berarti : 1. mengantuk lalu tidur; tertidur; 2. terlengah; terlalai; 3. dengan asyiknya; bersenang-senang..
Sadarkah kita bahwa kita sering terlena oleh kehidupan dunia dan terlupakan tujuan puncak kita untuk selamat dan bahagia di akhirat.
Apakah ketika kita belajar agama dan melaksanakan ibadah juga tercermin
kepada akhlak dalam kehidupan keseharian kita ?
Apakah pengajian-pengajian yang kita ikuti, serta ibadah-ibadah: shalat, puasa, zakat  yang kita jalankan, bahkan ibadah haji yang sudah kita lakukan, hanya menuntaskan kewajiban atau memang benar-benar upaya untuk menjadi pribadi yang taat kepada Allah ?
Jangan-jangan walau kita "sudah" menjalankan banyak ibadah yang diwajibkan, namun sikap, perilaku, tindakan dan cara hidup kita masih belum sejalan dengan apa yang dikehendaki Allah... 
Jangan-jangan kita terlena seolah menganggap apa yang kita lakukan dalam kehidupan kita sudah benar, padahal tanpa kita sadari banyak hal yang kita lakukan masih tidak sesuai atau bahkan bertentangan dengan yang Allah kehendaki..
Mudah-mudahan masih ada kesempatan untuk mengevalusi diri agar kita dihindari menjadi orang yang terlena dan merugi, seperti yang Allah peringatkan dalam firman-Nya : 
"Katakanlah : Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu, orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.”
(QS. Al-Kahfi: 103-104).
Have a blessed Ramadhan
Salam Mentari Pagi (epp)

*Terinspirasi dari Tafakuran Mutiara Tauhid

Email Lowvi Caring From SDF : Selalu Bersyukur

Email Lowvi Caring From SDF : Selalu Bersyukur
Lowvi Caring<careforlowvision>                Mon, Jul 14, 2014 at 11:45 AM

Selalu Bersyukur

Assalamulaikum wr.wb.  Sahabat,
Sering orang mengatakan bersyukur adalah salah satu kunci kebahagiaan.
Namun, bersyukur hampir selalu dikaitkan dengan sesuatu yang didapat atau suatu kejadian yang kita harapkan/inginkan...
Bagaimana kalau yang didapat atau kejadian yang dialami adalah sesuatu yang tidak diharapkan ? Biasanya kita diminta bersabar...bukan bersyukur...
Padahal, kejadian yang tidak kita harapkanpun terjadi atas ijin Allah. Dan Allah telah berjanji, apapun yang terjadi adalah "yang terbaik" bagi kita, karena selalu akan ada hikmah dan pesan baik Allah di balik setiap kejadian, seburuk apapaun.
Jadi, tidak cukup kita hanya bersabar ketika harus menerima musibah, namun juga perlu bersyukur... Itu mengapa, orang yang pandai bersyukur kebahagiaannya tidak terampas, walau sedang ditimpa musibah.
Tahukah kita ciri-ciri orang yang selalu bersyukur ? Yakni orang yang tidak pernah mengeluh... Nah jika kita masih sering mengeluh dalam menjalani kehidupan, itu artinya kita masih belum pandai bersyukur..
"Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan : Sesungguhnya jika kamu bersyukur, PASTI Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih" (Ibrahim QS14:7)
Have a blessed Ramadhan

Salam Mentari Pagi (epp)Overcomers (Cindy Tong-Lupus Association Singapore)

Email Lowvi Caring From SDF : HADIAH KEBAIKAN (Motivation Stoy)

Email Lowvi Caring From SDF : HADIAH KEBAIKAN (Motivation Stoy)
Lowvi Caring<careforlowvision>                Sun, Jul 6, 2014 at 9:53 PM

HADIAH KEBAIKAN (Motivation Stoy)

Lupus adalah penyakit yang diderita sebagian besar oleh wanita. Jadi,ketika Bapak Eng Meng Chiew,48 tahun,seorang eksekutif dalam bidang industri teknologi informasi,telah di diagnosa mengidap penyakit lupus 20 tahun yang lalu,ia mengalami masa-masa yang sangat sulit untuk menerima bahwa ia mengidap “Penyakit Wanita”.
Komentar sensitive dan pertanyaan dari teman-teman yang tidak peduli tentangnya tidak membantu hidupnya,ia pun menjadi penyendiri dan depresi. Perubahan wajah dan selalu kelelahan menjadi masalah terbesarnya,dan dia merasa getir karena tidak bisa menikmati hidup seperti yang teman-temannya lakukan.
Tetapi,dorongan yang kuat dari atasan dan istrinya lah yang membuat ia kembali lagi berdiri dengan kedua kakinya,sampai dengan masa pemulihan. Dia masih belum sepenuhnya baik, karena efek dari lupus telah mengakibatkan gagal ginjal, dan ia menjalani pengobatan teratur. Namun, pandangan hidupnya telah berubah menjadi lebih baik.
Berhubungan dengan kegetiran hidupnya,Bapak Eng mengemukakan pandangan hidup positif yang di adopsi dari kehidupannya ke banyak orang. Sekarang,relawan yang menjadi konselor ini sedang mencari jalan agar para pengidap lupus lebih nyaman dalam menghadapi penyakit ini. Inilah ceritanya  :
“Tidak ada lagi yang membuat saya terkejut ketika saya mengetahuinya. Saya seorang pria penyandang lupus,dan itu normal. Penyakit ini telah mempengaruhi saya dalam banyak hal. Secara jasmani,saya telah menjalankan operasi panggul,dan saya tetap berjalan dengan sedikit lemas, juga tetap menjalani sesi dialysis seperti biasanya.
“Saya berumur 28 tahun ketika saya di diagnosa penyakit ini. Berawal dari demam yang tinggi dan ruam diwajah yang berbentuk menyerupai kupu-kupu,itu adalah tanda penyakit lupus. 20 tahun lalu,tak ada yang tahu banyak tentang penyakit ini,dan saya mengira saya beruntung karena dokter saya tau tentang penyakit ini dan mendiagnosa lupus sebelum penyakit ini memburuk.
“Mengetahui kondisi saya yang sesungguhnya adalah hal yang mengagetkan. Saya baru saja menikah dan situasinya menjadi sangat menyulitkan. Saya terus bertanya-tanya mengapa ini terjadi pada saya. Saya merasa gagal, saya tahu bagaimana sulitnya hidup yang akan dijalani istri saya yang masih cukup muda pada saat itu.
“Sebagian besar wanita ingin memiliki anak,tapi bagi kami,itu mungkin tidak akan terjadi karena penyakit saya. Saya cemas dia akan menceraikan saya. Saya juga selalu cemas karena tagihan medis selalu meningkat,dan mengobati penyakit ini sangat menguras keuangan kami. Istri saya tidak bekerja dan itu membuat masalah lebih buruk karena beban terasa sepenuhnya ada pada saya.
“Meskipun demikian,saya mencoba memperlihatkan yang terbaik kapanpun saya pergi bekerja. Tak ada seorangpun yang ingin terlihat seperti orang sakit dengan wajah pucat di kantor. Saya sangat ingin membangun gambaran bahwa penyakit lupus tidak seburuk kedengarannya.
“Saya harus kembali melihat cara saya menjalani hidup saya. Masalah ginjal mengartikan  saya harus mendisiplinkan diri,dan memantau asupan air yang saya minum,jika tidak,bisa ada dampak berat pada tekanan darah dan jantung. Dan saya tidak boleh lagi makan durian!
“Seolah itu tidak cukup buruk,obat yang saya minum untuk menjaga ginjal saya mulai mempengaruhi tulang saya. Anda harus ingat,pada saat itu,ilmu kedokteran tidak begitu canggih,jadi hanya ada satu obat untuk mengobati suatu penyakit. Saya tidak bisa beralih ke sesuatu yang lain yang akan menyembuhkan tulang saya.
“Akhirnya,tulang panggul saya memburuk dan saya tidak bisa berjalan tanpa memegang sesuatu dan saya terpaksa menjalani operasi panggul. Setelah itu,saya harus melanjutkan sesi dialysis saya.
“Melihat kembali ke masa lalu,bagaimanapun,penyakit ini tidak sepenuhnya buruk. Saya tidak menyadari betapa beruntungnya saya,dan sakit membuat saya sadar bahwa begitu banyak orang yang membuka hatinya untuk saya. Istri saya,dia memiliki suami yang tidak sehat,tetapi dia tidak pernah meninggalkan saya,dan dia tetap berada disamping saya,mendorong saya untuk tidak menyerah.
“Perusahaan tempat saya bekerja juga sangat membantu,terutama saat saya mengalami stress berat karena harus membayar biaya rumah sakit yang mahal. Semua atasan saya sangat pengertian,dan saya bahkan diberikan waktu cuti untuk check-up ke rumah sakit. Mereka tidak memecat saya,jadi saya tetap memiliki gaji yang seperti biasanya,dan beberapa rekan saya yang belum pernah saya temui sebelumnya, mengatur dan mengumpulkan dana untuk membantu saya.
“Saya mengira tidak ada tempat tinggal yang buruk. Terkadang,orang-orang yang tidak merasakan akan membuat komentar-komentar kasar pada wajah anda. Dan anda pun mulai menyalahkan diri sendiri dan bertanya apakah anda dapat menghentikan penyakit ini.
“Tetapi,diantara teman-teman anda yang tidak memperhatikan anda,anda masih memiliki mereka yang baik dan murah hati dan benar-benar bersedia untuk membantu anda. Seperti istri saya,dan rekan-rekan saya. Apa yang mereka lakukan telah memberikan saya kekuatan yang saya perlukan untuk tetap berjuang.
“Contohnya,ketika saya melihat betapa pengertiannya atasan-atasan saya,itu membuat saya tabah untuk menjalani hidup yang normal,untuk pergi ke kantor seperti orang normal lainnya dan untuk membuktikan kemampuan saya pada mereka. Pergi ke kantor setiap hari membuat saya merasa memiliki tujuan hidup,bahwa saya berkontribusi terhadap perekonomian dan saya tetap berguna dan produktif. Itu sangat membantu untuk memudahkan saya untuk menyatakan pikiran saya.
“Semua kebaikan yang saya terima membuat saya tetap positif. Faktanya saya tetap mendapatkan pekerjaan saya. Saya merasa itu membantu masyarakat dan merawat diri saya. Perusahaan selalu memberi saya gaji yang stabil,jadi saya tidak perlu bergantung pada orang lain.
“Dan sekarang,saya memiliki istilah untuk penyakit saya,saya fikir benar untuk membayar semua kebaikan yang telah dilakukan orang-orang pada saya dengan berbuat baik kedepannya. Saya berbicara dengan pasien lupus,untuk membantu mereka dalam mengatasinya dan agar mereka mengerti bagaimana membuatnya menjadi lebih baik. Saya merasa senang karena saya dapat menawarkan sedikit harapan pada mereka”

Mitos :
Pria tidak akan terkena penyakit lupus

Fakta :
Lupus terjadi baik pada pria maupun wanita, meskipun lebih banyak terjadi pada wanita dengan rentang usia 15 sampai dengan 44 tahun.


 Sumber : “Living With Lupus-Story of the Overcomers (Cindy Tong-Lupus Association Singapore)

Email Lowvi Caring From SDF : Curahan Cinta Tuhan

Email Lowvi Caring From SDF : Curahan Cinta Tuhan
Lowvi Caring<careforlowvision>                Fri, Jul 4, 2014 at 8:45 AM

Keyakinan lebih sering tertanam, ketika kita mau berpikir... 

Salam dan semangat pagi Sahabat
Pernah terpikir, apa yang mendasari sikap dan perbuatan seorang manusia ?
Karena ilmu yang dimilikinyakah atau karena keyakinan yang tersimpan dalam kalbunya ?
Kita mungkin sudah cukup banyak memiliki ilmu & pengetahuan agama, kita tahu mana yang buruk dan baik, mana yang diperintahkan dan mana yang dilarang. Namun, kenapa masih sedikit yang diamalkan ? Kadang atau bahkan sering, sikap dan perbuatan kita berbeda dengan apa yang sudah kita ketahui ? Jawabnya adalah, karena ilmu & pengetahuan agama tersebut hanya sekedar menempel di otak/akal belum turun menancap menjadi keyakinan yang tertanam di dalam kalbu.

Kita tahu harus sabar dan ikhlas ketika ditimpa sakit atau musibah. Kita diperintahkan memaafkan orang yang berbuat salah atau berbuat zalim kepada kita. Tetapi tahukah kita apa yang menyebabkan seseorang sering tidak sabar atau tetap muncul amarah ? Karena masih tersimpan keyakinan di dalam kalbunya bahwa sabar itu ada batasnya dan marah itu boleh asal pada tempatnya...

Keyakinan yang salah seperti itulah yang harus dirubah menjadi keyakin Illahiyah : "sabar itu tidak ada batasnya" dan "menahan amarah serta memaafkan kesalahan orang lain, pahalanya surga", adalah keyakinan yang bersumber dari Qur'an dan sunnah Rasulullah SAW, yang harus ditanamkan dan tertancap di dalam kalbu kita.

Seperti sebuah teko yang berisi teh, maka akan keluarlah teh ketika dituangkan isi teko tersebut ke dalam gelas. Begitupun manusia, keyakinan yang ada dalam kalbunyalah yang akan keluar sebagai sikap dan perilakuknya, bukan karena banyaknya ilmu agama yang sudah diketahuinya. Dan keyakinan lebih sering tertanam, ketika kita mau berpikir... 


"Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasan Allah) bagi kaum yang bepikir " (QS45:13)

Email Lowvi Caring From SDF : Curahan Cinta Tuhan

Email Lowvi Caring From SDF : Curahan Cinta Tuhan
Lowvi Caring<careforlowvision>                Mon, Jun 30, 2014 at 3:35 PM

Curahan Cinta Tuhan

Salam dan selamat pagi Sahabat,
Kebanyakan orang akan sulit menjawab ketika ditanya apa definsi cinta. Setiap orang bahkan mungkin memiliki definisi dan makna cinta yang berbeda-beda. Namun, setiap orang bisa merasakan kehadiran cinta yang tercurah dari orang tua, pasangan, anak, saudara, sahabat dan teman...
Tak perlu pusing dengan apa definsi cinta, namun mencintai dan dicintai adalah kebutuhan hidup manusia, karena dengannya manusia bukan hanya merasakan bahagia, ia juga menimbulkan  kekuatan dan keberanian.. 

"Being deeply loved by someone gives you strength, while loving someone deeply gives you courage" (Lao Tzu)

Bagaimana dengan curahan cinta Tuhan ? Sudahkah kita merasakannya lebih kuat dari curahan cinta manusia ?

Have a blessed week

Salam (epp).

Email Lowvi Caring From SDF : Belajar dari Pengalaman

Email Lowvi Caring From SDF : Belajar dari Pengalaman
Lowvi Caring<careforlowvision>                Mon, Jun 23, 2014 at 4:45 PM

Belajar dari Pengalaman

Salam dan selamat pagi Sahabat,
 Sepanjang hidup kita, pasti banyak kejadian yang sudah kita lalui.
Ada yang menyenangkan dan ada yang tidak menyenangkan.
Kalau kita coba amati dan pikirkan, apakah kita mendapatkan pelajaran-pelajaran hidup dari kejadian-kejadian yang sudah kita lalui tersebut ?
 Orang bijak mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik.
Namun tidak semua kejadian bisa kita jadikan sebagai "pengalaman" yang menjadi guru bagi kita. Kejadian yang indah dan menyenangkan terkadang hanya berkesan namun tidak menimbulkan jejak pelajaran untuk kehidupan. Ia sekedar indah untuk dikenang..
 Sementara, kejadian yang tidak menyenangkan justru sering meninggalkan pesan-pesan kehidupan yang berbekas untuk menjadi pelajaran. Itu sebabnya kita sering menerima nasihat : "Ambil saja hikmahnya...", ketika sedang ditimpa musibah atau ujian. Karena memang Tuhan, lebih sering menyelipkan pesan-pesan-Nya untuk kita belajar, dibalik kejadian yang menyusahkan kita.
 Pengalaman memang bukan tentang kejadian yang kita alami, karena kejadiannya tidaklah terlalu penting, namun pengalaman adalah pelajaran apa yang bisa kita ambil dari kejadian tersebut...

"Experience is not what happens to you; it's what you do with what happens to you" (Aldous Huxley)

Have a blessed week.

Salam (epp)

Email Lowvi Caring From SDF : Memaknai Rasa Sakit

Email Lowvi Caring From SDF : Memaknai Rasa Sakit
Lowvi Caring<careforlowvision>                Sat, Jun 21, 2014 at 4:17 PM

Memaknai Rasa Sakit

Hal yang cukup menantang ketka kita harus mengatasi lupus seorang diri.bayangkan seberapa sulitnya jika kamu adalah seorang ibu dari 2 orang anak yang masih sangat muda.
Ini adalah kisah nyata, 20 tahun yang lalu, Chin Lian Son (48), harus melalui hari-harinya dengan rasa sakit. Hal itu seperti pukulan yang keras untuk ibu muda yang sehat dengan karunia 2 anak berusia 7 tahun dan 4 tahun.
Pengaruh penyakit ini sangat mengganggu awalnya. Dia mengalami rasa sakit yang berulang-ulang sampai hampir bunuh diri. Ibu yang sangat berdedikasi ini sadar bahwa dia tak akan bisa menghabiskan waktunya dengan kedua anaknya dirumah karena sia harus dirawat di rumah sakit dalam waktu yang lama.
Tidak yakin akan masa depannya, dia berusaha pulih secepat mungkin dan mempersiapkan anak-anaknya agar menjadi anak yang mandiri untuk berjaga-jaga jika dia tidak dapat ada disamping mereka hingga mereka dewasa. Karena usahanya, kini anak-anaknya menjadi anak yang mandiri dan menjadi individu-individu yang bertanggung jawab seperti yang ia banggakan.
Chin masih melakukan pengobatan untuk kesembuhannya, namun ia sudah menerima kondisinya. Dengan dukungan dari sang suami, dia menjadi pribadi yang nyaman akan penyakitnya dan berharap semuanyanya akan kembali baik pada akhirnya. Inilah ceritanya :
Ketika lupus pertama kali menyerang, awalnya fikiranku terpusat pada kedua anakku, mereka masih sangat muda, dan sebagai ibu aku merasa ada kegagalan dalam hidupku. Jika mereka ingin pergi ke kebun binatang, aku tidak bisa menemani mereka karena sakit. Mereka tidak bisa merayakan ulang tahun mereka karena aku terbaring di rumah sakit.
Aku berprasangka bahwa kekambuhanku yang pertama dipicu oleh piknik di pinggir pantai, karena setelah itu aku mulai merasakan sakit perut dan bercak merah mulai timbul di wajah dan sikutku. Sakitku ini sudah banyak salah diagnosa oleh beberapa dokter yang berbeda. Aku bahkan pernah melihat fengshui cina yang kemudian menyatakan diriku terkena sakit flu yang parah.
Ketika didiagnosa gagal ginjal dan setelah dilakukan biopsi dan tes medic berkali-kali aku dinyatakan positif lupus. Pada mulanya aku tidak tahu apa itu penyakit lupus, namun aku menyadari bahwa aku harus mengetahui lebih banyak tentang hal itu, akupun mulai membaca banyak jurnal dan buku. Aku ingin bersiap-siap untuk mengerti atas apa yang telah terjadi kepadaku.
Anak-anaku masih sangat muda, dan aku tahu aku harus mempersiapkan mereka untuk skenario yang terburuk. Bagaimana bila sesuatu buruk terjadi padaku? Anak perempuanku berumur 7 tahun dan anak laki-lakiku baru berusia 4 tahun. Prioritasku adalah untuk memastikan mereka akan dapat bertahan hidup meskipun tidak ada aku disamping mereka, jadi aku tidak pernah lelah mengajarkan mereka untuk berdiri sendiri.
Dampak dari penyakit ini sangat berat. Tubuhku berada dalam kesakitan yang luar biasa, dan morphine adalah satu-satunya obat yang dapat memberikan sedikit kenyamanan. Bunuh diri terasa bagaikan jalan yang termudah untuk saat ini karena aku tidak dapat menahan rasa sakitnya.
Suamiku adalah kekuatanku selama masa-masa sulit itu. Dia membicarakan hal-hal yang membuat aku bersemangat dan membuat aku ingin banyak bersyukur. Aku harus menghitung rahmat Tuhan untukku, anak-anakku dan suami yang mencintaiku tanpa syarat.
Keluargaku juga menunjukan kasih sayangnya padaku meskipun cara mereka menunjukannya terkadang mengecewakanku. Mereka ingin membawaku ke setiap sesi doa sekalipun caranya seperti menduakan Tuhan. Ini adalah saat-saat dimana kami mencoba segala usaha meskipun sudah lelah, aku tidak menginginkan apapun kecuali terlelap dirumah dengan sangat damai.

Pada akhirnya, aku menyadari betapa bodohnya jika aku depresi setiap waktu. Dalam hidup, kamulah yang menentukan pilihan yang kamu buat. Kamu dapat memilih untuk sedih, atau memutuskan untuk menghargai kebaikan yang dimiliki dan menjadi senang dengan sendirinya.
Denagan sangat mengejutkan, titik baliknya datang ketika rasa sakitnya berada di puncak. Aku ingat, aku pernah tak sadarkan diri dan dokter yang memeriksaku mengatakan bahwa tekanan darahku sangat rendah dan denyut nadiku terus  menurun. Selama masa-masa itu, ketika aku membayangkan keluargaku pasti merasa sangat bingung dan para dokter juga suster sangat berusaha mati-matian untuk menyelamatkan nyawaku, aku mengalami mimpi yang sangat damai.
Aku bermimpi bertemu Tuhan di surge. Dia membawaku berjalan-jalan ke surge dan neraka, kemudian Dia memberitahuku bahwa ini bukan saatnya aku untuk pergi dari dunia. Kemudian mimpiku berakhir.
Meskipun begitu, mengatasi penyakit tetaplah tantangan, terutama setelah ginjalku terserang dan setiap hari aku harus pergi untuk cuci darah. Aku dapat marah dengan sangat mudah. Sangat membuatku frustasi jika aku memikirkan kenyataan bahwa aku harus merasakan sakit selama sisa umurku. Aku merasa muak.
Tapi, kenyataannya dari masalah ini adalah kamu harus menjalani hidup dan tetap bertahan. Setelah semua yang terjadi, kamu tak akan tahu apa yang akan terjadi besok dan hari-hari setelah itu, dan bahkan tahun-tahun setelahnya. Kenapa harus khawatir? Hidup itu terlalu singkat untuk memikirkan hal-hal yang tidak menyenangkan. Hikmahnya adalah penyakit ini membuatku jauh lebih menghargai kehidupan. Dan membuatku mengingat-ngingat anugerah yang diberikan Tuhan padaku yang tak terhitung banyaknya.
Ketika anak-anaku sudah lebih besar., aku pergi untuk transplantasi ginjal di Guangzhou, dan sukses J. Jadi meskipun penyakit ini terlihat seperti menguasai hidupku  tetapi aku harus mencari jalan untuk meringankan ketidaknyamanan dan hidup senormal mungkin.
Sesuatu bisa saja terlihat sangat sulit, tetapi jangan mengasumsikan hal itu sebagai akhir dari dunia. Pengobatan mungkin saja merubah penampilanmu, tapi itu hanyalah kondisi yang sementara. J lagipula, dunia sudah semakin canggih, tinggal tunggu waktu, seseorang akan menemukan cara penyembuhan penyakit lupus. Harapan itu selalu ada J

Mitos :
Lupus sangat mudah didiagnosa

Fakta:
Dokter perlu lebih jauh meneliti tentang kondisi, sejarah medis, dan melakukan beberapa tes kepada pasiennya untuk mendiagnosa. Lupus tidak dapat didiagnosis dengan hanya menggunakan satu jenis tes.


Email Lowvi Caring From SDF : A great Marriage

Email Lowvi Caring From SDF : A great Marriage
Lowvi Caring<careforlowvision>                Mon, Jun 16, 2014 at 11:47 AM

A great Marriage

Salam dan selamat pagi Sahabat.
Pernikahan bagi seseorang awalnya selalu dicita-citakan untuk menjadi ikatan sehidup semati. Namun, kadang ada pasangan yang tidak mampu bertahan, bahkan hanya dalam hitungan bulan setelah janji setia itu diucapkan.
Di dunia ini tidak ada yang sempurna, pernikahanpun begitu, karena ia dibentuk oleh pasangan yang memiliki perbedaan dan sudah pasti bukan orang-orang yang sempurna. Yang perlu diupayakan adalah pernikahan yang bahagia, yang terjadi karena masing-masing mau bersabar menerima perbedaan dan mau berusaha membahagiakan pasangannya, bukan menuntut pasangannya untuk membahagiakan dirinya.
Dan pernikahan yang bahagia adalah pernikahan yang mengikatkan perbedaan dengan tali kasih sayang Tuhan, yang akan selalu menjaga ikatan itu agar tidak terlepas..
"A great marriage is not when the 'perfect couple' comes together. It is
when an imperfect couple learns to enjoy their differences" (Dave Meurer)
Have a blessed week.
Salam (epp)

Email Lowvi Caring From SDF : Hidup, Juga untuk Orang Lain.

Email Lowvi Caring From SDF : Hidup, Juga untuk Orang Lain.
Lowvi Caring<careforlowvision>                Mon, Jun 9, 2014 at 11:38 AM

Hidup, Juga untuk Orang Lain.

Salam dan selamat Pagi Sahabat.
Sejak menjadi janin di rahim ibunya, Priskilla Smith Jully (36) sudah menderita. Ia hendak digugurkan dengan berbagai cara. Akibatnya, ia terlahir buta. Priska
 kecil merasa disia-siakan karena dianggap sebagai anak tak berguna. Ia pun mengembara dan berjuang keras untuk bisa hidup mandiri. Kini, ia menjadi “Ibu”
 bagi lebih dari 100 penyandang cacat fisik dan mental di School of Life, Semarang, Jawa Tengah...
(Dari berbagai Sumber)
Saya mengenal Priska dalam salah satu episode talkshow Kick Andy. Tidak bisa dibayangkan, seorang wanita yang kehilangan penglihatan, yang dari kacamata
 orang awam untuk mengurus dirinya sendiri saja tidak mudah, namun dari "kacamata Tuhan" dia ternyata "disanggupkan" bukan hanya mandiri untuk
dirinya sendiri, tetapi "disanggupkan" juga untuk menolong orang lain..
Ternyata benar kata pepatah : Membantu orang lain tak perlu harus menunggu mampu atau kaya. Ketika terbesit niat untuk berbuat sesuatu bagi orang lain,
baik sendiri secara langsung atau bergabung dalam suatu komunitas  bersama orang lain, lakukanlah segera, karena kemudian "tangan-tangan" Tuhanlah
yang akan bergerak menolong kita... 
Dan di situlah salah satu letak sumber kebahagiaan.

"Only a life lived for others is a life worthwhile"
(Albert Einstein)

Have a blessed week

Salam (epp)

Email Lowvi Caring From SDF : Walking with a friend in the dark is better than walking alone in the light

Email Lowvi Caring From SDF : Walking with a friend in the dark is better than walking alone in the light
Lowvi Caring<careforlowvision>                Mon, Jun 2, 2014 at 12:24 PM

Walking with a friend in the dark is better than walking alone in the light

Salam dan Selamat Pagi Sahabat,
Kemarin saya menghadiri syukuran ulang tahun pernikahan ke 60 Bapak & Ibu sahabat saya. Saya mengenal beliau sejak kami bersahabat di SMP tahun 1977, 37 tahun yang lalu.
Apa yang saya pelajari dari mereka ? Pasangan itu sejak dulu terlihat bukan hanya sebagai suami istri, tetapi juga sebagai teman, sebagai sahabat. Itu mengapa mereka tetap bertahan dan tetap "bersahabat" hingga memasuki usia ke 60 tahun pernikahan mereka dengan kebahagiaan.
Tidak semua pasangan mampu menjadikan istri atau suaminya sebagai teman dan sahabat, dan itulah yang sering menyebabkan kehidupan sepasang suami istri menjadi kering... Kita akan merasa berjalan "sendiri" dalam mengarungi kehidupan walau memiliki istri atau suami, ketika kita tidak bisa berteman dan bersahabat dengan pasangan hidup kita.. 

"Walking with a friend in the dark is better than walking alone in the light"
(Helen Keller)

Have a blessed week

Salam (epp)

Email Lowvi Caring From SDF : PERAHU KEHIDUPAN

Email Lowvi Caring From SDF : PERAHU KEHIDUPAN
Lowvi Caring       Wed, May 28, 2014 at 9:04 AM

.PERAHU KEHIDUPAN
 Sebuah perahu dibuat utk berlayar di lautan & bukan hanya berlabuh diam di dermaga. Demikian jg manusia, ia tercipta utk mengarungi kehidupan & bukan berdiam & menunggu hidup ini berakhir. Di dlm mengarungi kehidupan, akan banyak ombak & mungkin badai menerjang, tetapi itulah seni dari kehidupan. Teruslah kembangkan layar & nikmati perjalanan hingga sampai ke tujuan. Jgn takut jatuh, karam & salah arah, karena setiap kesalahan yg pernah dlakukan adalah bagian dari proses pembentukan kepribadian. Jgn menyesali kesalahan, tetapi jadikan itu sebuah pelajaran. Mendung bukan utk membuat kegelapan, tetapi utk memberi kabar gembira akan sejuknya air hujan yg akan turun. Luka bukan hanya semata utk membuat kita tersiksa, tetapi agar kita tersadar, bahwa kita hanyalah "Manusia Biasa". Genggamlah “KEYAKINAN” jgn pernah dlepaskan. Indahnya kehidupan bukan terletak dari banyaknya kesenangan, tetapi pd banyaknya rasa syukur yg kita rasakan@>--

KETIKA aku ingin hidup KAYA, aku lupa bahwa HIDUP adalah sebuah KEKAYAAN. ~KETIKA aku takut MEMBERI, aku lupa bahwa semua yg aku miliki adalah PEMBERIAN. ~Ketika aku takut RUGI, aku lupa bahwa Hidupku adalah sebuah KEBERUNTUNGAN, karena bisa terlahir sebagai manusia. Ternyata hidup ini sangat indah, jika kita tahu dan selalu bersyukur dgn apa yg sudah ada. Dengan bersyukur, maka KEBAHAGIAAN MENJADI MILIK KITA SEUTUHNYA({}):*:) Met pagi


By: dr. Karmelita Satari, SpM - DPLV & pendamping odapus

Email Lowvi Caring From SDF : Apa yang Harus Dirubah ?

Email Lowvi Caring From SDF : Apa yang Harus Dirubah ?
Lowvi Caring       Mon, May 26, 2014 at 2:25 PM

Apa yang Harus Dirubah ?

Salam dan selamat pagi Sahabat.
Seberapa sering kita merasa tidak nyaman karena dipengaruhi oleh kondisi eksternal di sekeliling atau di sekitar kita. Seberapa sering kita tidak sepaham dengan suami/istri, anak, saudara, teman, tetangga; atau kesal dengan pekerjaan, cuaca, kemacetan, lingkungan, dll...
Pertanyaannya apakah kita bisa merubah mereka atau sesuatu yang tidak kita sukai menjadi seperti yang kita inginkan ?
Atau justru mungkin kita yang harus berubah ? Dan apa yang harus dirubah agar kita dapat beradaptasi? 
Kenyataannya, merubah orang lain atau sesuatu, jauh lebih sulit daripada merubah diri kita sendiri. Bahkan ada hal yang memang kita tidak bisa rubah. Itu mengapa kebahagiaan hidup justru lebih terjaga ketika kita mampu merubah cara pandang dan sikap (attitude) kita daripada mengharapkan sesuatu atau orang lain untuk berubah. Perubahan diri kepada kebaikan, justru berpotensi membuat orang ikut berubah.
Dan kebahagiaan kita memang lebih ditentukan oleh suasana hati dan pengendalian diri kita sendiri, bukan kondisi di luar kita. 
"If you don't like something, change it. If you can't change it, change your attitude..."
(Maya Angelou)
Have a blessed week.

Salam (epp)

Email Lowvi Caring From SDF : Be Careful with Our Ego...

Email Lowvi Caring From SDF : Be Careful with Our Ego...
Lowvi Caring       Mon, May 19, 2014 at 12:15 PM

Be Careful with Our Ego...   

Salam dan selamat Pagi Sahabat,
Kita sering mendengar betapa pentingnya menjaga hubungan pertemaan dan persaudaraan. Kita sering menyebutnya "relationship",  di Indonesia sering diistilahkan dengan silaturahim.
Namun, sering karena adanya suatu masalah, yang bahkan kadang hanya oleh suatu masalah kecil yang tidak penting, hubungan tersebut merenggang dan bahkan terputus..
Apa yang membuat hubungan yang terjalin begitu lama menjadi terganggu dan bahkan terputus ? Biasanya diawali dengan kesalahpahaman, namun utamanya lebih karena munculnya ego dan emosionalitas yang mengalahkan rasionalitas berpikir dan kejernihan hati.
Berhati-hatilah dengan ego, karena sekecil apapun ego yang muncul, jika dituruti dia akan berkembang dengan cepat dan mampu membutakan hati ...
"When nails grow long, we cut nails not fingers. Similarly when misunderstanding grow up, cut your ego, not your relationship" (unknown).
Have a blessed week.
Salam (epp).


Email Lowvi Caring From SDF : Syamsi Dhuha, Mentari Pagi

Email Lowvi Caring From SDF : Syamsi Dhuha, Mentari Pagi
Lowvi Caring         Fri, May 16, 2014 at 9:13 AM

Syamsi Dhuha, Mentari Pagi

Fajar tak pernah merasa
malam teralu pekat untuk dikalahkan
Berkasnya selalu mencari sela,
terbit melalui pori-pori kegelapan

Ia adalah cikal bakal hari yang baru, berkas kecil yang tak mudah patah, tak
mudah menyerah
Kelak, ia akan tumbuh lebih besar daripada kegelapan itu sendiri.
Menerangi langkah, menghangatkan kisah

Syamsi Dhuha mengandung arti fajar, dialah Sang Mentari Pagi. Pada Nama itu
terkandung harapan dan keyakinan, semangat dan doa

Semoga nama tersebut dapat mendorong banyak peristiwa berpendar dari
sela-sela kegelapan
Karena sepekat apapun, tak pernah ada kegelapan yang sama sekali tidak
bercelah.
(Sundea)

****
Salam dan selamat pagi Sahabat,

Puisi di atas, yang ditulis Sundea, sahabat kami di SDF, menjadi pembuka
lembar pertama buku "Mentarimorfosa - SDF Satudasawarsa", yang diluncurkan
Sabtu, 10 Mei 2014, di Bandung, bertepatan dengan World Lupus Day".

Harapan yang terus dibangun, perjuangan yang dilakukan tanpa lelah dan
kerelaan untuk saling peduli dan berbagi menjadi untaian kisah, yang tidak
hanya menarik untuk diceritakan namun juga berbalut banyak makna kehidupan.

Seperti filosofi sapu lidi, karena berbuat kebaikan yang dilakukan bersama,
berdampak jauh lebih besar daripada jika dilakukan sendiri, maka buku ini
diharapkan menginspirasi banyak orang mau berbuat sesuatu bersama, menjadi
jembatan kebajikan dan mengumpukan bekal untuk sebuah pertemuan yang agung
dengan-Nya kelak.

Selamat menikmati buku ini, selamat ber-Mentarimorfosa bersama SDF.

Terima kasih untuk dukungan, doa dan cinta yang diberikan sahabat sekalian
dalam perjalanaan satu dasawarsa SDF.

Have a blessed week.
Salam - eko & dian

*bagi sahabat yang berminat memiliki buku ini, silahkan hubungi/sms Dewi

081320509446

Email Lowvi Caring From SDF : Sometimes it's better to be kind...

Email Lowvi Caring From SDF : Sometimes it's better to be kind...
Lowvi Caring       Mon, Apr 28, 2014 at 10:22 AM

Sometimes it's better to be kind...

Salam dan selamat pagi Sahabat,
Seringkali kita selalu ingin mengatakan sesuatu yang benar, menurut kita.. walau kadang, akibatnya sering diluar dugaan... terutama dalam berkomunikasi dengan orang tua, pasangan, anak, saudara, sahabat, teman atau dalam hubungan dalam pekerjaan dengan atasan, rekan kerja di kantor dan dengan nasabah.
Seringkali menjadi sabar untuk mau mendengar terasa jauh lebih sulit daripada tetap bicara untuk menyatakan apa yang dianggap diri benar...
Adakalanya, menjadi bijak dan sabar untuk mau mendengar akan lebih baik, daripada mempertahankan "kebenaran", karena lebih mudah mencapai solusi dan menyelesaikan permasalahan. Mengapa demikian ? 
Karena munculnya "hati" yang akan lebih berperan dalam komunikasi, bukan emosi...
"Sometimes it is better to be kind than to be right. We do not need an intelligent mind that speaks, but a patient heart that listens" (Unknown)
Have a blessed week

Salam (epp)

Email Lowvi Caring From SDF : Jangan Takut Ambil keputusan.

Email Lowvi Caring From SDF : Jangan Takut Ambil keputusan.
Lowvi Caring       Tue, Apr 22, 2014 at 9:07 AM

Jangan Takut Ambil keputusan.

Salam dan selamat pagi Sahabat,
Mungkin kita tidak terlalu menyadari, bahwa kehidupan yang kita jalani sebenarnya adalah hasil dari keputusan-keputusan yang kita ambil sepanjang hidup kita.
Terkadang kita tidak berani untuk mengambil keputusan karena takut akan hasil yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Namun ternyata, adanya keputusan seringkali membawa lebih banyak kebaikan daripada tidak mengambil keputusan, mengapa ?
Karena dari keputusan yang salahpun, kita masih akan selalu bisa belajar dan memperbaiki diri agar dikemudian hari tidak terjadi kesalahan yang sama. 
"In any moment of decision, the best thing you can do is the right thing, the next best thing is the wrong thing, and the worst thing you can do is nothing" (Theodore Roosevelt)
Have a blessed week.

Salam (epp).

Email Lowvi Caring From SDF : Life is like a camera...

Email Lowvi Caring From SDF : Life is like a camera...
Lowvi Caring       Mon, Apr 14, 2014 at 12:27 PM

Life is like a camera...

Salam dan selamat pagi Sahabat,
Kehidupan ini sering memberikan terlalu banyak pilihan, sehingga orang lupa memilih hal-hal yang penting untuk dipikirkan dan dikerjakan..
Kehidupan ini sering dipenuhi oleh persoalan-persolan yang rumit dan menyusahkan, sehingga orang lupa bersyukur dan menikmati hal-hal baik yang sebenarnya Tuhan sudah selalu berikan
Kehidupan ini sering membuat orang terlalu memikirkan kekurangannya daripada mengasah kekuatannya sehingga terjebak pada  kelemahan dan sisi negatif yang dimilikinya 
Orang sering lupa bahwa, kebaikan dan keburukan, kenyamanan dan kesusahan dalam kehidupan keduanya adalah ujian.. Dan, layaknya setiap ujian apapun, Tuhanpun selalu memberikan kesempatan kedua dan bahkan ketiga kepada setiap orang untuk bangkit dan mengulang ujian hingga lulus.. 
"Life is like a camera...
Focus on what's important Capture the good times Develop from the negatives
And.. if things don't work out take another shot..."
(Unknown)
Have a blessed week

Salam (epp)

Email Lowvi Caring From SDF : Brave & Patient

Email Lowvi Caring From SDF : Brave & Patient
Lowvi Caring   Wed, Apr 9, 2014 at 9:45 AM

Brave & Patient

Salam dan selamat pagi Sahabat
Keberanian dan kesabaran merupakan dua dari banyak karakter yang diinginkan setiap orang tua kepada anak-anaknya. Sayangnya tidak semua orang tua menyadari bagaimana dua karkter itu dibangun. Seringkali orang tua menyediakan anaknya dengan berbagai fasilitas dan kemudahan atau terlalu memanjakan dan "over protected", yang justru membuat seorang anak menjadi lemah dan tidak sabaran.
Keberanian dan kesabaran justru didapat ketika seorang anak perlu "dibiarkan" untuk menghadapi kesulitan dan belajar mengatasi persoalannya sendiri.
Kesabaran seorang anak tidak akan terlatih hingga dewasa, jika segala yang diinginkannya selalu dipenuhi oleh orang tuanya..
"We could never learn to be brave and patient, if there were only joy in the world" 
(Helen Keller)
Have a blessed week

Salam (epp)

Email Lowvi Caring From SDF : Friendship


Email Lowvi Caring From SDF : Friendship

Lowvi Caring       Tue, Apr 1, 2014 at 9:13 AM

Friendship

Salam dan selamat pagi Sahabat,
Semalam menonton acara Just Alvin, menampilkan OM PSP (Orkes Moral Pancaran Sinar Petromaks)...
Sambil bernostalgia mendengar beberapa lagu jadul ala PSP, ada hal yang menarik yang mereka kemukakan : Pertemanan.
Bermain musik bersama bagi mereka adalah satu hal, namun pertemanan di antara mereka sejak mahasiswa hingga saat ini mereka sudah menjadi "aki-aki" adalah hal lain, yang jauh lebih penting bagi mereka dari sekedar bermain musik.
Memang, semakin tua umur kita, semakin butuh untuk memelihara pertemanan, karena hidup tanpa teman akan terasa sangat sepi dan hambar...
Semoga kita semua selalu memiliki teman-teman yang baik, yang membangun pertemanan dengan dilandaskan kasih sayang (silaturahim), karena pertemanan yang demikianlah yang akan membawa kebahagiaan lahir bathin.. 
"Friendship... is not something you learn in school. But if you haven't learned the meaning of friendship, you really haven't learned anything"
(Muhammad Ali)
Have a blessed week.
Salam (epp).