Dalam blog
ini saya sering menyebut istilah “Low Vision”, sebuah keadaan yang berbeda
dengan “but” tetapi masih banyak yang belum paham dengan istilah ini. Hal ini
membuat penderita penyakit ini merasa kurang mendapat tempat dalam
lingkungannya. Kami para penderita low vision berbeda dengan orang
berpenglihatan awas, berbeda dengan orang yang menderita kondisi mata minus
ataupun plus dan juga berbeda dengan penderita “Totally Blind/buta total”
tetapi memiliki persamaan dengan penderita totally blind yaitu susah
beraktifitas seperti layaknya orang awas.
Untuk lebih
jelasnya mengenai apa itu Low Vision dan bagaiman yang disebut Low Vision maka
saya mencoba memaparkan sedikit penjelasan tentang kondisi Low Vision yang saya
dapatkan dari audio book buatan Syamsi Dhuha Foundationagar para pembaca blog
ini bisa sedikit lebih memahami dan bisa mengetahui apa yang perlu dilakukan
saat berhadapan dengan penderita Lovi
Low vision
adalah suatu keadaan ketidakmampuan sistem penglihatan untuk berfungsi normal
dengan berkurangnya tajam penglihatan dan lapang pandang yang menetap setelah menjalani pengobatan dan
tindakan operatif yang maksimal. Gangguan penglihatan yang terjadi bervariasi
dari seperti melihat dari balik kaca es, hingga hanya dapat membedakan antara
cahaya terang dan gelap saja. Sedangkan gangguan lapang pandang yang timbul
dapat berupa berkurangnya lapang pandang di sudut mata hingga pandangan hanya
seperti melihat dari lobang kunci. Low vision dapat disebabkan antara oleh
Glukoma, Katarak, penyakit degeneratif seperti diabetes dan hipertensi,
degerasi retina, bawaan lahir, infeksi, kekurangan vitamin A, tumor, trauma
tajam atau tumpul atau efek samping dari obat tertentu. Semakin dini diketahui
dan diperiksakan penyandang low vision lebih cepat dapat menemukan alat bantu
yang paling sesuai dan dapat beradaptasi dengan maksimal. Adapun gejala dan
tanda-tanda yang harus diwaspadai adalah membaca, menulis dan membaca dengan
jarak yang terlalu dekat, kesulitan mengenali wajah orang dan makanan di
piring, kesulitan mengenali warna, sering tersandung ketika berjalan, kesulitan
menaiki tangga, atau kesulitan berjalan sendiri di tempat asing. Gangguan
penglihatan merupakan masalah kesehatan yang berdampak pada penurunan kualitas
hidup dan produktivitas seseorang. Saat ini terdapat sekitar 284 Juta orang di
seluruh dunia yang mengalami gangguan penglihatan. Yaitu sekitar 245 Juta
penyandang Low vision dan 39 juta Totally Blind. Totally Blind sendiri adalah
gangguan penglihatan dimana penyandangnya sama sekali tidak mempunyai kemampuan
dan fungsi penglihatan.
No comments:
Post a Comment