Pada dasarnya manusia itu lemah. Saat seorang anak manusia terkena ujian yang berbeda dengan orang lain terkadang bisa membuat dirinya lupa bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan. Manusia tidak lepas dari takdir atau suratan takdiryang tak bisa ditawar. Tak bisa juga ditolak ataupun minta yang lebih dari takdirnya.
Begitupun diriku, saat awal-awal didignosis mengidap Retinitis Pigmentosa, aku seolah-olah lupa bahwa ini adalah kehendak Ilahi. Aku dan mungkin banyak diantara saudara-saudara yang terkena musibah mempertanyakan kepada Tuhan. Kenapa harus aku? Kenapa bukan yang lain? Apa salahku Tuhan? Kenapa Engkau uji aku seberat ini? Padahal aku menjalankan ajaran agama dengan baik, kenapa bukan orang-orang yang berbuat kerusakan itu yang Engkau beri peringatan dengan penyakit seperti ini?
Ya, itu juga sempat aku alami, dan hasilnya aku jadi mengurung diri dari orang banyak. Secara lahir aku terlihat tak punya masalah, tak terlihat kesedihan tapi itu bukan saat aku sendirian. Dalam kesendirian aku hanyut dalam sedihku. Aku merasa semua impianku akan hancur...Bagaimana aku menjalani hari-hariku dengan kondisi seperti ini? Kondisi setengah buta. Ya benar, seperti kata pak Husni dari Mitra Netra Wyata Guna Bandung, kondisiku sedikit sulit di tengah masyarakat. Aku tidak buta dan aku juga tidak melihat sehingga sering mengalami benturan dalam beraktifitas di tengah masyarakat. Jika ada yang mencoba menuntunku dengan memegang tanganku, aku malu, karena aku bukan orang buta. Tapi jika ada orang menunjuk sesuatu baik itu benda atau arah, aku tak bisa melihat apa yang dia maksud sehingga orang tersebut terkadang keluar celetukan, liat dong pakai mata apa yang saya maksud dan hasilnya hatiku teriris, perih, aku tak bisa melihatnya pak,bu..
Hari ini sudah lebih setahun sejak vonis itu keluar, dan sudah lebih setahun pula aku menjalani kehidupan dengan retinitis pigmentosa. Aku sudah tak peduli lagi apa kata orang, inilah aku si manusia setengah buta yang akan menjalani takdir sebagai orang pilihan, menderita penyakit dengan perbandingan 1:1 Juta orang di dunia. Hebatkan??.
No comments:
Post a Comment