Tuesday, March 12, 2013

Apa Itu Low Vision?

Dalam blog ini saya sering menyebut istilah “Low Vision”, sebuah keadaan yang berbeda dengan “but” tetapi masih banyak yang belum paham dengan istilah ini. Hal ini membuat penderita penyakit ini merasa kurang mendapat tempat dalam lingkungannya. Kami para penderita low vision berbeda dengan orang berpenglihatan awas, berbeda dengan orang yang menderita kondisi mata minus ataupun plus dan juga berbeda dengan penderita “Totally Blind/buta total” tetapi memiliki persamaan dengan penderita totally blind yaitu susah beraktifitas seperti layaknya orang awas.
Untuk lebih jelasnya mengenai apa itu Low Vision dan bagaiman yang disebut Low Vision maka saya mencoba memaparkan sedikit penjelasan tentang kondisi Low Vision yang saya dapatkan dari audio book buatan Syamsi Dhuha Foundationagar para pembaca blog ini bisa sedikit lebih memahami dan bisa mengetahui apa yang perlu dilakukan saat berhadapan dengan penderita Lovi
Low vision adalah suatu keadaan ketidakmampuan sistem penglihatan untuk berfungsi normal dengan berkurangnya tajam penglihatan dan lapang pandang yang  menetap setelah menjalani pengobatan dan tindakan operatif yang maksimal. Gangguan penglihatan yang terjadi bervariasi dari seperti melihat dari balik kaca es, hingga hanya dapat membedakan antara cahaya terang dan gelap saja. Sedangkan gangguan lapang pandang yang timbul dapat berupa berkurangnya lapang pandang di sudut mata hingga pandangan hanya seperti melihat dari lobang kunci. Low vision dapat disebabkan antara oleh Glukoma, Katarak, penyakit degeneratif seperti diabetes dan hipertensi, degerasi retina, bawaan lahir, infeksi, kekurangan vitamin A, tumor, trauma tajam atau tumpul atau efek samping dari obat tertentu. Semakin dini diketahui dan diperiksakan penyandang low vision lebih cepat dapat menemukan alat bantu yang paling sesuai dan dapat beradaptasi dengan maksimal. Adapun gejala dan tanda-tanda yang harus diwaspadai adalah membaca, menulis dan membaca dengan jarak yang terlalu dekat, kesulitan mengenali wajah orang dan makanan di piring, kesulitan mengenali warna, sering tersandung ketika berjalan, kesulitan menaiki tangga, atau kesulitan berjalan sendiri di tempat asing. Gangguan penglihatan merupakan masalah kesehatan yang berdampak pada penurunan kualitas hidup dan produktivitas seseorang. Saat ini terdapat sekitar 284 Juta orang di seluruh dunia yang mengalami gangguan penglihatan. Yaitu sekitar 245 Juta penyandang Low vision dan 39 juta Totally Blind. Totally Blind sendiri adalah gangguan penglihatan dimana penyandangnya sama sekali tidak mempunyai kemampuan dan fungsi penglihatan.

Thursday, March 7, 2013

Awal Yang Sulit

Pada dasarnya manusia itu lemah. Saat seorang anak manusia terkena ujian yang berbeda dengan orang lain terkadang bisa membuat dirinya lupa bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan. Manusia tidak lepas dari takdir atau suratan takdiryang tak bisa ditawar. Tak bisa juga ditolak ataupun minta yang lebih dari takdirnya.
Begitupun diriku, saat awal-awal didignosis mengidap Retinitis Pigmentosa, aku seolah-olah lupa bahwa ini adalah kehendak Ilahi. Aku dan mungkin banyak diantara saudara-saudara yang terkena musibah mempertanyakan kepada Tuhan. Kenapa harus aku? Kenapa bukan yang lain? Apa salahku Tuhan? Kenapa Engkau uji aku seberat ini? Padahal aku menjalankan ajaran agama dengan baik, kenapa bukan orang-orang yang berbuat kerusakan itu yang Engkau beri peringatan dengan penyakit seperti ini?
Ya, itu juga sempat aku alami, dan hasilnya aku jadi mengurung diri  dari orang banyak. Secara lahir aku terlihat tak punya masalah, tak terlihat kesedihan tapi itu bukan saat aku sendirian. Dalam kesendirian aku hanyut dalam sedihku. Aku merasa semua impianku akan hancur...Bagaimana aku menjalani hari-hariku dengan kondisi seperti ini? Kondisi setengah buta. Ya benar, seperti kata pak Husni dari Mitra Netra Wyata Guna Bandung, kondisiku sedikit sulit di tengah masyarakat. Aku tidak buta dan aku juga tidak melihat sehingga sering mengalami benturan dalam beraktifitas di tengah masyarakat. Jika ada yang mencoba menuntunku dengan memegang tanganku, aku malu, karena aku bukan orang buta. Tapi jika ada orang menunjuk sesuatu baik itu benda atau arah, aku tak bisa melihat apa yang dia maksud sehingga orang tersebut terkadang keluar celetukan, liat dong pakai mata apa yang saya maksud dan hasilnya hatiku teriris, perih, aku tak bisa melihatnya pak,bu..
Hari ini sudah  lebih setahun sejak vonis itu keluar, dan sudah lebih setahun pula aku menjalani kehidupan dengan retinitis pigmentosa. Aku sudah tak peduli lagi apa kata orang, inilah aku si manusia setengah buta yang akan menjalani takdir sebagai orang pilihan, menderita penyakit dengan perbandingan 1:1 Juta orang di dunia. Hebatkan??.

Wednesday, March 6, 2013

Guncangan Sang Vonis

Sudah 2 hari aku menjalani pemeriksaan mata di RS Mata Cicendo Bandung. Awalnya niatan kami adalah operasi Lasik untuk mataku. Alhamdulillah beberapa teman dari organisasi daerahku turut memberi bantuan dana untuk operasi ini. Saya belum sempat mengucapkan terimakasih kepada seluruh rekan dan kakak kelas dari IMATAPSEL Bogor yang telah berbaik hati untuk berbagi demi membantu saudaranya, semoga ALLAH SWT memberi kalian semua balasan dengan berjuta kebaikan Aamiin..
Pada awal pemeriksaan dengan beberapa lat yang menurut cukup canggih ditemukan kejanggalan sehingga aku dirujuk keruangan lain untuk pemeriksaan lanjutan. Pada saat itu dokter melihat seperti ada tetesan airmata yang ada di sekitar retina mataku. 
Pemeriksaan dan tes-tes berkesinambungan harus kujalani. Aku lupa lagi apa saja  nama tes yang kujalani termasuk yang paling berkesan adalah saat pemeriksaan lapang pandang menggunakan sebuah alat yang mana aku diminta melihat titik titik cahaya dan jika melihatnya aku harus langsung menekan sebuah tombol yang ada di tanganku. Hasilnya...hanya beberapa titik yang kulihat, padahal kata istriku disana sangat banyak titik.
Setelah 3 hari pemeriksaan tibalah saatnya menerima penjelasan tentang penyakit mata yang kuderita. dr. Rova SpM yang menjadi dokter utama yang menanganiku memberi penjelsan yang cukup membuat langit serasa runtuh, aku didiagnosa menderita Retinitis Pigmentosa. Sebuat penyakit dimana penderitanya mengalami peradangan retina yang menyebabkan memudarnya pigmen mata dan yang paling membuatku terpukul, penyakit ini belum ada obatnya. Istriku lebih terpukul daripada kau sendiri, bebrapa bulir air bening mengalir dari mata indahnya. Sabar bu.. hanya itu yang bisa kukatakan, padahal dalam hati aku juga menangis apalagi jika teringat anakku azka, akankah nanti anakku mempunyai seorang ayah yang buta.. Aku takut..
Saat itu aku tak tahu apa itu Retinitis Pigmentosa, yang aku tahu cuma sebatas apa yang dokter jelaskan dan sebagian tak kudengar karena lamunanku membawa aku ke berbagai macam fikiran.
Yang kuingat saat itu Retinis Pigmentosa adalah penyakit mata yang tak bisa disembuhkan dan yang paling mengerikan 2 sampai 3 tahun lagi aku mungkin BUTA..! Ya Allah aku tak siap buta...  Penyebabnya juga masih belum jelas, bisa karena Genetik, benturan di waktu kecil atau adanya penyempitan saraf di otak tak taulah.. yang ku tahu kata dokter ini penyakit langka.
Aku takut buta...