Sunday, May 31, 2015

Istilah Dalam Pemeriksaan dan Operasi Mata

Pada saat periksa mata acapkali kita mendengar istilah-istilah yang rumit dan tidak kita mengerti. Apalagi saat kita akan menjalani prosedur operasi mata. Berikut ini sedikit informasi tentang istilah-istilah pada saat proses pemeriksaan dan operasi mata.
·         Adaptasi gelap = xeroftalmia atau defisiensi sel  batang (rod cells) retina
·         Amsler grid = gangguan pada makula (misalnya ARMD, age related macular degeneration) atau N. opticus (neuropati atau neuritis optik).
·         Anel test = uji patensi saluran lakrimalis
·         Angiografi fluorescein = untuk menilai vaskuler / pembuluh darah retina
·         Autorefractometer (autoref) = alat pengukur derajat penyimpangan refraksi secara otomatis
·         Cover test = strabismus (deteksi strabismus vertikal dan horizontal).
·         Deep lamellar keratoplasty = teknik transplantasi kornea, meliputi seluruh lapisan kornea kecuali endotelium.
·         Disisio lentis = metode operasi untuk katarak kongenital.
·         DLEK = deep lamellar endothelial keratoplasty. Teknik transplantasi kornea dengan sedikit stroma dan lapisan endotel.
·         ECCE = extracapsular cataract extraction. Metode operasi katarak yang hanya membuang nukleus dan korteks lensa.
·         Eksoftalmometri = eksoftalmos atau tidak (posisi bola mata secara anteroposterior)
·         Eversi = (pada palpebra superior) penilaian konjungtiva tarsal superior
·         Fakoemulsifikasi = metode operasi katarak dengan sayatan kecil dan probe untuk menghancurkan dan mengisap isi lensa.
·         Fluorescein test = penilaian defek epitel kornea
·         Gonioskopi = glaukoma sudut tertutup primer (pemeriksaan kedalaman bilik mata depan).
·         Hardy-Rand-Rittler pseudoisochromatic plates = uji buta warna di Amerika Serikat
·         Hirschberg light reflex = strabismus, memeriksa -tropia (pada mata normal titik cahaya jatuh di tengah pupil. Jika titik cahaya jatuh di pupil sebelah lateral = esotropia. Jika titik cahaya terletak di pupil sebelah medial = eksotropia. Dan jika titik jatuh di pupil bawah = hipertropia).
·         ICCE = intracapsular cataract extraction. Metode operasi katarak yang membuang seluruh lensa.
·         Illiterate-E (tumbling-E) chart = uji tajam penglihatan (visus) untuk anak-anak, orang buta huruf, atau orang yang tidak familiar dengan huruf Latin.
·         Ishihara pseudoisochromatic plates = uji buta warna
·         Keratometer = uji kuantitatif kelengkungan kornea (astigmatisme)
·         Konfrontasi (confrontation test) = (dengan jari) uji penglihatan perifer
·         Krimsky test = strabismus. Uji lanjutan dari Hirschberg light reflex, dengan memfiksasi mata yang normal dengan lensa prisma.
·         Lamellar keratoplasty = teknik transplantasi kornea, meliputi epitel sampai stroma.
·         LASEK = laser assisted keratectomy. Bedah refraktif dengan laser.
·         LASIK = laser assisted insitu keratomileusis. Bedah refraktif dengan laser.
·         Maddox rod = strabismus (deteksi strabismus torsional).
·         Oblique illumination = glaukoma sudut tertutup
·         Penetrating keratoplasty = teknik transplantasi kornea, meliputi seluruh lapisan kornea.
·         Perimetri = lapang pandangan, yaitu untuk penyakit yang diperkirakan disertai gejala gangguan lapang pandangan. Misalnya glaukoma sudut terbuka primer dan tumor (jenisnya ada Goldmann / manual dan Octopus / otomatis).
·         PRK = Photorefractive Keratectomy. Bedah refraktif.
·         Schirmer test = uji lakrimasi (produksi air mata)
·         Sensitivitas kontras = uji fungsi pembeda kontras warna oleh retina
·         Shadow test = katarak
·         Snellen chart = uji tajam penglihatan (visus), sekaligus uji penglihatan sentral
·         Tonometri = glaukoma (jenisnya ada Schiotz, Perkins, dan aplanasi)


Saturday, May 30, 2015

Katarak, Jenis dan Pengobatannya

Katarak adalah proses memburamnya lensa mata karena sebab apapun. Katarak dapat dibagi berdasarkan penyebabnya
1. Katarak senilis (paling banyak, pada lansia)
2. Katarak kongenital (pada bayi atau anak-anak. Akibat rubella kongenital, cytomegalovirus, toksoplasmosis)
3. Katarak traumatik (katarak akibat trauma)
4. Katarak komplikata (katarak akibat penyakit mata lain atau akibat penyakit sistemik lain)
5. Katarak toksik (keracunan steroid)
6. Katarak sekunder (setelah operasi mata lainnya)                  

Katarak senilis terdiri atas 6 fase
1. Katarak insipiens (mulai terjadi kekeruhan)
2. Katarak intumesens
a. Lensa menyerap banyak air pada tahap ini sehingga menjadi lebih besar.
b. Pasien menunjukkan gejala miopisasi.
3. Katarak imatur
a. Kekeruhan lensa di lokasi tertentu.
b. Shadow test positif pada fase ini.
4. Katarak matur
a. Lensa sudah keruh seluruhnya.
b. Ukuran lensa kembali normal.
c. Shadow test sudah negatif, visus bisa mencapai 0.
5. Katarak hipermatur
a. Lensa mengerut dan ukurannya lebih kecil.
b. Korteks mengalami pencairan dan keluar ke bilik mata depan.
c. Shadow test pseudopositif.
d. Dapat disertai glaukoma sekunder.
6. Katarak morgagni
a. Kapsul lensa tebal, sehingga materi korteks yang sudah mencair tidak bisa keluar dari lensa.
b. Dapat disertai glaukoma sekunder dan abnormalitas mata yang lainnya.

Gejala katarak
Penglihatan berkabut dan warna lebih kuning, kadang ber-halo atau glaring (pecah), fotofobia, atau tampak dobel.
Penglihatan sempat membaik pada malam hari dan penglihatan dekat membaik (second sight / miopisasi).
Tidak ada gangguan lapang pandangan.
Pemeriksaan = shadow test positif (fase imatur); penilaian funduskopi / segmen posterior mata sulit dilakukan.

Operasi
Operasi baru dilakukan saat lensa sudah keruh seluruhnya (katarak matur). Ada 3 indikasi operasi, yaitu indikasi medis (gangguan sistemik); indikasi optik (gangguan penglihatan); dan kosmetik.

Metode operasi katarak antara lain:
Metode klasik = ICCE. Seluruh lensa dibuang. Kelemahan = tidak bisa pasang IOL sehingga pasien jadi afakia.
Metode berikutnya = ECCE. Hanya nukleus dan korteks lensa yang dibuang. Bisa dipasang IOL (pseudofakia).
Metode terbaru = fakoemulsifikasi. Nukleus dan korteks dihancurkan dan diisap dengan probe, lalu dipasang IOL.
Metode untuk anak = disisio lentis (sayatan pada kapsul anterior lensa).

Komplikasi
Komplikasi preoperasi katarak antara lain glaukoma sekunder, uveitis, dan dislokasi lensa.
Komplikasi postoperasi katarak
Afakia (iris tremulans, +10 sampai +13 diopter dengan adisi 3 diopter untuk penglihatan dekat).

Pseudofakia (dengan pemasangan IOL). 

Penggolongan Penyakit Mata

Penyakit Mata sangat beragam, mualai dari yang ringan sampai yang berat, mulai dari penyakit mata yang bisa disembuhkan secara medis hingga penyakit mata yang belum ditemukan pengobatannya hingga saat ini. Penyebabnya pun bermacam-macam, gaya hidup, virus, kerusakan sel hingga bawaan genetik. Akan tetapi pada dasarnya penyakit mata dapat digolongkan menjadi 5 macam.

Berikut ini penggolongan penyakit mata:
1. Mata merah visus tidak turun
Prinsipnya: mengenai struktur yang bervaskuler (konjungtiva atau sklera) yang tidak menghalangi
media refraksi.
Contoh antara lain konjungtivitis murni, trakoma, mata kering, xeroftalmia, pterigium, pinguekula, episkleritis, skleritis

2. Mata merah visus turun
Prinsipnya: mengenai struktur bervaskuler yang mengenai media refraksi (kornea, uvea, atau seluruh mata).
Contoh keratitis, keratokonjungtivitis, uveitis, glaukoma akut, endoftalmitis, panoftalmitis

3. Mata tenang visus turun mendadak = uveitis posterior, perdarahan vitreous, ablasio retina, oklusi arteri atau vena retinal, neuritis optik, neuropati optik akut karena obat (misalnya etambutol), migrain, tumor otak

4. Mata tenang visus turun perlahan = katarak, glaukoma, retinopati penyakit sistemik, retinitis pigmentosa, kelainan refraksi

5. Trauma mata = trauma fisik (tumpul dan tajam), trauma kimia (asam dan basa), trauma radiasi (ultraviolet dan infrared).