Tuesday, December 16, 2014

Email Lowvi Caring From SDF : Memaknai Rasa Sakit

Email Lowvi Caring From SDF : Memaknai Rasa Sakit
Lowvi Caring<careforlowvision>                Sat, Jun 21, 2014 at 4:17 PM

Memaknai Rasa Sakit

Hal yang cukup menantang ketka kita harus mengatasi lupus seorang diri.bayangkan seberapa sulitnya jika kamu adalah seorang ibu dari 2 orang anak yang masih sangat muda.
Ini adalah kisah nyata, 20 tahun yang lalu, Chin Lian Son (48), harus melalui hari-harinya dengan rasa sakit. Hal itu seperti pukulan yang keras untuk ibu muda yang sehat dengan karunia 2 anak berusia 7 tahun dan 4 tahun.
Pengaruh penyakit ini sangat mengganggu awalnya. Dia mengalami rasa sakit yang berulang-ulang sampai hampir bunuh diri. Ibu yang sangat berdedikasi ini sadar bahwa dia tak akan bisa menghabiskan waktunya dengan kedua anaknya dirumah karena sia harus dirawat di rumah sakit dalam waktu yang lama.
Tidak yakin akan masa depannya, dia berusaha pulih secepat mungkin dan mempersiapkan anak-anaknya agar menjadi anak yang mandiri untuk berjaga-jaga jika dia tidak dapat ada disamping mereka hingga mereka dewasa. Karena usahanya, kini anak-anaknya menjadi anak yang mandiri dan menjadi individu-individu yang bertanggung jawab seperti yang ia banggakan.
Chin masih melakukan pengobatan untuk kesembuhannya, namun ia sudah menerima kondisinya. Dengan dukungan dari sang suami, dia menjadi pribadi yang nyaman akan penyakitnya dan berharap semuanyanya akan kembali baik pada akhirnya. Inilah ceritanya :
Ketika lupus pertama kali menyerang, awalnya fikiranku terpusat pada kedua anakku, mereka masih sangat muda, dan sebagai ibu aku merasa ada kegagalan dalam hidupku. Jika mereka ingin pergi ke kebun binatang, aku tidak bisa menemani mereka karena sakit. Mereka tidak bisa merayakan ulang tahun mereka karena aku terbaring di rumah sakit.
Aku berprasangka bahwa kekambuhanku yang pertama dipicu oleh piknik di pinggir pantai, karena setelah itu aku mulai merasakan sakit perut dan bercak merah mulai timbul di wajah dan sikutku. Sakitku ini sudah banyak salah diagnosa oleh beberapa dokter yang berbeda. Aku bahkan pernah melihat fengshui cina yang kemudian menyatakan diriku terkena sakit flu yang parah.
Ketika didiagnosa gagal ginjal dan setelah dilakukan biopsi dan tes medic berkali-kali aku dinyatakan positif lupus. Pada mulanya aku tidak tahu apa itu penyakit lupus, namun aku menyadari bahwa aku harus mengetahui lebih banyak tentang hal itu, akupun mulai membaca banyak jurnal dan buku. Aku ingin bersiap-siap untuk mengerti atas apa yang telah terjadi kepadaku.
Anak-anaku masih sangat muda, dan aku tahu aku harus mempersiapkan mereka untuk skenario yang terburuk. Bagaimana bila sesuatu buruk terjadi padaku? Anak perempuanku berumur 7 tahun dan anak laki-lakiku baru berusia 4 tahun. Prioritasku adalah untuk memastikan mereka akan dapat bertahan hidup meskipun tidak ada aku disamping mereka, jadi aku tidak pernah lelah mengajarkan mereka untuk berdiri sendiri.
Dampak dari penyakit ini sangat berat. Tubuhku berada dalam kesakitan yang luar biasa, dan morphine adalah satu-satunya obat yang dapat memberikan sedikit kenyamanan. Bunuh diri terasa bagaikan jalan yang termudah untuk saat ini karena aku tidak dapat menahan rasa sakitnya.
Suamiku adalah kekuatanku selama masa-masa sulit itu. Dia membicarakan hal-hal yang membuat aku bersemangat dan membuat aku ingin banyak bersyukur. Aku harus menghitung rahmat Tuhan untukku, anak-anakku dan suami yang mencintaiku tanpa syarat.
Keluargaku juga menunjukan kasih sayangnya padaku meskipun cara mereka menunjukannya terkadang mengecewakanku. Mereka ingin membawaku ke setiap sesi doa sekalipun caranya seperti menduakan Tuhan. Ini adalah saat-saat dimana kami mencoba segala usaha meskipun sudah lelah, aku tidak menginginkan apapun kecuali terlelap dirumah dengan sangat damai.

Pada akhirnya, aku menyadari betapa bodohnya jika aku depresi setiap waktu. Dalam hidup, kamulah yang menentukan pilihan yang kamu buat. Kamu dapat memilih untuk sedih, atau memutuskan untuk menghargai kebaikan yang dimiliki dan menjadi senang dengan sendirinya.
Denagan sangat mengejutkan, titik baliknya datang ketika rasa sakitnya berada di puncak. Aku ingat, aku pernah tak sadarkan diri dan dokter yang memeriksaku mengatakan bahwa tekanan darahku sangat rendah dan denyut nadiku terus  menurun. Selama masa-masa itu, ketika aku membayangkan keluargaku pasti merasa sangat bingung dan para dokter juga suster sangat berusaha mati-matian untuk menyelamatkan nyawaku, aku mengalami mimpi yang sangat damai.
Aku bermimpi bertemu Tuhan di surge. Dia membawaku berjalan-jalan ke surge dan neraka, kemudian Dia memberitahuku bahwa ini bukan saatnya aku untuk pergi dari dunia. Kemudian mimpiku berakhir.
Meskipun begitu, mengatasi penyakit tetaplah tantangan, terutama setelah ginjalku terserang dan setiap hari aku harus pergi untuk cuci darah. Aku dapat marah dengan sangat mudah. Sangat membuatku frustasi jika aku memikirkan kenyataan bahwa aku harus merasakan sakit selama sisa umurku. Aku merasa muak.
Tapi, kenyataannya dari masalah ini adalah kamu harus menjalani hidup dan tetap bertahan. Setelah semua yang terjadi, kamu tak akan tahu apa yang akan terjadi besok dan hari-hari setelah itu, dan bahkan tahun-tahun setelahnya. Kenapa harus khawatir? Hidup itu terlalu singkat untuk memikirkan hal-hal yang tidak menyenangkan. Hikmahnya adalah penyakit ini membuatku jauh lebih menghargai kehidupan. Dan membuatku mengingat-ngingat anugerah yang diberikan Tuhan padaku yang tak terhitung banyaknya.
Ketika anak-anaku sudah lebih besar., aku pergi untuk transplantasi ginjal di Guangzhou, dan sukses J. Jadi meskipun penyakit ini terlihat seperti menguasai hidupku  tetapi aku harus mencari jalan untuk meringankan ketidaknyamanan dan hidup senormal mungkin.
Sesuatu bisa saja terlihat sangat sulit, tetapi jangan mengasumsikan hal itu sebagai akhir dari dunia. Pengobatan mungkin saja merubah penampilanmu, tapi itu hanyalah kondisi yang sementara. J lagipula, dunia sudah semakin canggih, tinggal tunggu waktu, seseorang akan menemukan cara penyembuhan penyakit lupus. Harapan itu selalu ada J

Mitos :
Lupus sangat mudah didiagnosa

Fakta:
Dokter perlu lebih jauh meneliti tentang kondisi, sejarah medis, dan melakukan beberapa tes kepada pasiennya untuk mendiagnosa. Lupus tidak dapat didiagnosis dengan hanya menggunakan satu jenis tes.


No comments:

Post a Comment