Tuesday, December 16, 2014

Email Lowvi Caring From SDF : HADIAH KEBAIKAN (Motivation Stoy)

Email Lowvi Caring From SDF : HADIAH KEBAIKAN (Motivation Stoy)
Lowvi Caring<careforlowvision>                Sun, Jul 6, 2014 at 9:53 PM

HADIAH KEBAIKAN (Motivation Stoy)

Lupus adalah penyakit yang diderita sebagian besar oleh wanita. Jadi,ketika Bapak Eng Meng Chiew,48 tahun,seorang eksekutif dalam bidang industri teknologi informasi,telah di diagnosa mengidap penyakit lupus 20 tahun yang lalu,ia mengalami masa-masa yang sangat sulit untuk menerima bahwa ia mengidap “Penyakit Wanita”.
Komentar sensitive dan pertanyaan dari teman-teman yang tidak peduli tentangnya tidak membantu hidupnya,ia pun menjadi penyendiri dan depresi. Perubahan wajah dan selalu kelelahan menjadi masalah terbesarnya,dan dia merasa getir karena tidak bisa menikmati hidup seperti yang teman-temannya lakukan.
Tetapi,dorongan yang kuat dari atasan dan istrinya lah yang membuat ia kembali lagi berdiri dengan kedua kakinya,sampai dengan masa pemulihan. Dia masih belum sepenuhnya baik, karena efek dari lupus telah mengakibatkan gagal ginjal, dan ia menjalani pengobatan teratur. Namun, pandangan hidupnya telah berubah menjadi lebih baik.
Berhubungan dengan kegetiran hidupnya,Bapak Eng mengemukakan pandangan hidup positif yang di adopsi dari kehidupannya ke banyak orang. Sekarang,relawan yang menjadi konselor ini sedang mencari jalan agar para pengidap lupus lebih nyaman dalam menghadapi penyakit ini. Inilah ceritanya  :
“Tidak ada lagi yang membuat saya terkejut ketika saya mengetahuinya. Saya seorang pria penyandang lupus,dan itu normal. Penyakit ini telah mempengaruhi saya dalam banyak hal. Secara jasmani,saya telah menjalankan operasi panggul,dan saya tetap berjalan dengan sedikit lemas, juga tetap menjalani sesi dialysis seperti biasanya.
“Saya berumur 28 tahun ketika saya di diagnosa penyakit ini. Berawal dari demam yang tinggi dan ruam diwajah yang berbentuk menyerupai kupu-kupu,itu adalah tanda penyakit lupus. 20 tahun lalu,tak ada yang tahu banyak tentang penyakit ini,dan saya mengira saya beruntung karena dokter saya tau tentang penyakit ini dan mendiagnosa lupus sebelum penyakit ini memburuk.
“Mengetahui kondisi saya yang sesungguhnya adalah hal yang mengagetkan. Saya baru saja menikah dan situasinya menjadi sangat menyulitkan. Saya terus bertanya-tanya mengapa ini terjadi pada saya. Saya merasa gagal, saya tahu bagaimana sulitnya hidup yang akan dijalani istri saya yang masih cukup muda pada saat itu.
“Sebagian besar wanita ingin memiliki anak,tapi bagi kami,itu mungkin tidak akan terjadi karena penyakit saya. Saya cemas dia akan menceraikan saya. Saya juga selalu cemas karena tagihan medis selalu meningkat,dan mengobati penyakit ini sangat menguras keuangan kami. Istri saya tidak bekerja dan itu membuat masalah lebih buruk karena beban terasa sepenuhnya ada pada saya.
“Meskipun demikian,saya mencoba memperlihatkan yang terbaik kapanpun saya pergi bekerja. Tak ada seorangpun yang ingin terlihat seperti orang sakit dengan wajah pucat di kantor. Saya sangat ingin membangun gambaran bahwa penyakit lupus tidak seburuk kedengarannya.
“Saya harus kembali melihat cara saya menjalani hidup saya. Masalah ginjal mengartikan  saya harus mendisiplinkan diri,dan memantau asupan air yang saya minum,jika tidak,bisa ada dampak berat pada tekanan darah dan jantung. Dan saya tidak boleh lagi makan durian!
“Seolah itu tidak cukup buruk,obat yang saya minum untuk menjaga ginjal saya mulai mempengaruhi tulang saya. Anda harus ingat,pada saat itu,ilmu kedokteran tidak begitu canggih,jadi hanya ada satu obat untuk mengobati suatu penyakit. Saya tidak bisa beralih ke sesuatu yang lain yang akan menyembuhkan tulang saya.
“Akhirnya,tulang panggul saya memburuk dan saya tidak bisa berjalan tanpa memegang sesuatu dan saya terpaksa menjalani operasi panggul. Setelah itu,saya harus melanjutkan sesi dialysis saya.
“Melihat kembali ke masa lalu,bagaimanapun,penyakit ini tidak sepenuhnya buruk. Saya tidak menyadari betapa beruntungnya saya,dan sakit membuat saya sadar bahwa begitu banyak orang yang membuka hatinya untuk saya. Istri saya,dia memiliki suami yang tidak sehat,tetapi dia tidak pernah meninggalkan saya,dan dia tetap berada disamping saya,mendorong saya untuk tidak menyerah.
“Perusahaan tempat saya bekerja juga sangat membantu,terutama saat saya mengalami stress berat karena harus membayar biaya rumah sakit yang mahal. Semua atasan saya sangat pengertian,dan saya bahkan diberikan waktu cuti untuk check-up ke rumah sakit. Mereka tidak memecat saya,jadi saya tetap memiliki gaji yang seperti biasanya,dan beberapa rekan saya yang belum pernah saya temui sebelumnya, mengatur dan mengumpulkan dana untuk membantu saya.
“Saya mengira tidak ada tempat tinggal yang buruk. Terkadang,orang-orang yang tidak merasakan akan membuat komentar-komentar kasar pada wajah anda. Dan anda pun mulai menyalahkan diri sendiri dan bertanya apakah anda dapat menghentikan penyakit ini.
“Tetapi,diantara teman-teman anda yang tidak memperhatikan anda,anda masih memiliki mereka yang baik dan murah hati dan benar-benar bersedia untuk membantu anda. Seperti istri saya,dan rekan-rekan saya. Apa yang mereka lakukan telah memberikan saya kekuatan yang saya perlukan untuk tetap berjuang.
“Contohnya,ketika saya melihat betapa pengertiannya atasan-atasan saya,itu membuat saya tabah untuk menjalani hidup yang normal,untuk pergi ke kantor seperti orang normal lainnya dan untuk membuktikan kemampuan saya pada mereka. Pergi ke kantor setiap hari membuat saya merasa memiliki tujuan hidup,bahwa saya berkontribusi terhadap perekonomian dan saya tetap berguna dan produktif. Itu sangat membantu untuk memudahkan saya untuk menyatakan pikiran saya.
“Semua kebaikan yang saya terima membuat saya tetap positif. Faktanya saya tetap mendapatkan pekerjaan saya. Saya merasa itu membantu masyarakat dan merawat diri saya. Perusahaan selalu memberi saya gaji yang stabil,jadi saya tidak perlu bergantung pada orang lain.
“Dan sekarang,saya memiliki istilah untuk penyakit saya,saya fikir benar untuk membayar semua kebaikan yang telah dilakukan orang-orang pada saya dengan berbuat baik kedepannya. Saya berbicara dengan pasien lupus,untuk membantu mereka dalam mengatasinya dan agar mereka mengerti bagaimana membuatnya menjadi lebih baik. Saya merasa senang karena saya dapat menawarkan sedikit harapan pada mereka”

Mitos :
Pria tidak akan terkena penyakit lupus

Fakta :
Lupus terjadi baik pada pria maupun wanita, meskipun lebih banyak terjadi pada wanita dengan rentang usia 15 sampai dengan 44 tahun.


 Sumber : “Living With Lupus-Story of the Overcomers (Cindy Tong-Lupus Association Singapore)

No comments:

Post a Comment