Email Lowvi Caring From SDF : HADIAH
KEBAIKAN (Motivation Stoy)
Lowvi Caring<careforlowvision>
Sun, Jul 6, 2014 at
9:53 PM
HADIAH KEBAIKAN (Motivation
Stoy)
Lupus adalah penyakit yang diderita sebagian besar oleh wanita.
Jadi,ketika Bapak Eng Meng Chiew,48 tahun,seorang eksekutif dalam bidang
industri teknologi informasi,telah di diagnosa mengidap penyakit lupus 20 tahun
yang lalu,ia mengalami masa-masa yang sangat sulit untuk menerima bahwa ia
mengidap “Penyakit Wanita”.
Komentar sensitive dan pertanyaan dari teman-teman yang tidak peduli
tentangnya tidak membantu hidupnya,ia pun menjadi penyendiri dan depresi.
Perubahan wajah dan selalu kelelahan menjadi masalah terbesarnya,dan dia merasa
getir karena tidak bisa menikmati hidup seperti yang teman-temannya lakukan.
Tetapi,dorongan yang kuat dari atasan dan istrinya lah yang membuat ia
kembali lagi berdiri dengan kedua kakinya,sampai dengan masa pemulihan. Dia
masih belum sepenuhnya baik, karena efek dari lupus telah mengakibatkan gagal
ginjal, dan ia menjalani pengobatan teratur. Namun, pandangan hidupnya telah
berubah menjadi lebih baik.
Berhubungan dengan kegetiran hidupnya,Bapak Eng mengemukakan pandangan
hidup positif yang di adopsi dari kehidupannya ke banyak orang.
Sekarang,relawan yang menjadi konselor ini sedang mencari jalan agar para
pengidap lupus lebih nyaman dalam menghadapi penyakit ini. Inilah
ceritanya :
“Tidak ada lagi yang membuat saya terkejut ketika saya mengetahuinya.
Saya seorang pria penyandang lupus,dan itu normal. Penyakit ini telah
mempengaruhi saya dalam banyak hal. Secara jasmani,saya telah menjalankan
operasi panggul,dan saya tetap berjalan dengan sedikit lemas, juga tetap
menjalani sesi dialysis seperti biasanya.
“Saya berumur 28 tahun ketika saya di diagnosa penyakit ini. Berawal
dari demam yang tinggi dan ruam diwajah yang berbentuk menyerupai kupu-kupu,itu
adalah tanda penyakit lupus. 20 tahun lalu,tak ada yang tahu banyak tentang
penyakit ini,dan saya mengira saya beruntung karena dokter saya tau tentang
penyakit ini dan mendiagnosa lupus sebelum penyakit ini memburuk.
“Mengetahui kondisi saya yang sesungguhnya adalah hal yang
mengagetkan. Saya baru saja menikah dan situasinya menjadi sangat menyulitkan.
Saya terus bertanya-tanya mengapa ini terjadi pada saya. Saya merasa gagal,
saya tahu bagaimana sulitnya hidup yang akan dijalani istri saya yang masih
cukup muda pada saat itu.
“Sebagian besar wanita ingin memiliki anak,tapi bagi kami,itu mungkin
tidak akan terjadi karena penyakit saya. Saya cemas dia akan menceraikan saya.
Saya juga selalu cemas karena tagihan medis selalu meningkat,dan mengobati
penyakit ini sangat menguras keuangan kami. Istri saya tidak bekerja dan itu
membuat masalah lebih buruk karena beban terasa sepenuhnya ada pada saya.
“Meskipun demikian,saya mencoba memperlihatkan yang terbaik kapanpun
saya pergi bekerja. Tak ada seorangpun yang ingin terlihat seperti orang sakit
dengan wajah pucat di kantor. Saya sangat ingin membangun gambaran bahwa
penyakit lupus tidak seburuk kedengarannya.
“Saya harus kembali melihat cara saya menjalani hidup saya. Masalah
ginjal mengartikan saya harus
mendisiplinkan diri,dan memantau asupan air yang saya minum,jika tidak,bisa ada
dampak berat pada tekanan darah dan jantung. Dan saya tidak boleh lagi makan
durian!
“Seolah itu tidak cukup buruk,obat yang saya minum untuk menjaga
ginjal saya mulai mempengaruhi tulang saya. Anda harus ingat,pada saat itu,ilmu
kedokteran tidak begitu canggih,jadi hanya ada satu obat untuk mengobati suatu
penyakit. Saya tidak bisa beralih ke sesuatu yang lain yang akan menyembuhkan
tulang saya.
“Akhirnya,tulang panggul saya memburuk dan saya tidak bisa berjalan
tanpa memegang sesuatu dan saya terpaksa menjalani operasi panggul. Setelah
itu,saya harus melanjutkan sesi dialysis saya.
“Melihat kembali ke masa lalu,bagaimanapun,penyakit ini tidak
sepenuhnya buruk. Saya tidak menyadari betapa beruntungnya saya,dan sakit
membuat saya sadar bahwa begitu banyak orang yang membuka hatinya untuk saya.
Istri saya,dia memiliki suami yang tidak sehat,tetapi dia tidak pernah
meninggalkan saya,dan dia tetap berada disamping saya,mendorong saya untuk
tidak menyerah.
“Perusahaan tempat saya bekerja juga sangat membantu,terutama saat
saya mengalami stress berat karena harus membayar biaya rumah sakit yang mahal.
Semua atasan saya sangat pengertian,dan saya bahkan diberikan waktu cuti untuk
check-up ke rumah sakit. Mereka tidak memecat saya,jadi saya tetap memiliki
gaji yang seperti biasanya,dan beberapa rekan saya yang belum pernah saya temui
sebelumnya, mengatur dan mengumpulkan dana untuk membantu saya.
“Saya mengira tidak ada tempat tinggal yang buruk. Terkadang,orang-orang
yang tidak merasakan akan membuat komentar-komentar kasar pada wajah anda. Dan
anda pun mulai menyalahkan diri sendiri dan bertanya apakah anda dapat
menghentikan penyakit ini.
“Tetapi,diantara teman-teman anda yang tidak memperhatikan anda,anda masih
memiliki mereka yang baik dan murah hati dan benar-benar bersedia untuk
membantu anda. Seperti istri saya,dan rekan-rekan saya. Apa yang mereka lakukan
telah memberikan saya kekuatan yang saya perlukan untuk tetap berjuang.
“Contohnya,ketika saya melihat betapa pengertiannya atasan-atasan
saya,itu membuat saya tabah untuk menjalani hidup yang normal,untuk pergi ke
kantor seperti orang normal lainnya dan untuk membuktikan kemampuan saya pada
mereka. Pergi ke kantor setiap hari membuat saya merasa memiliki tujuan
hidup,bahwa saya berkontribusi terhadap perekonomian dan saya tetap berguna dan
produktif. Itu sangat membantu untuk memudahkan saya untuk menyatakan pikiran
saya.
“Semua kebaikan yang saya terima membuat saya tetap positif. Faktanya
saya tetap mendapatkan pekerjaan saya. Saya merasa itu membantu masyarakat dan
merawat diri saya. Perusahaan selalu memberi saya gaji yang stabil,jadi saya
tidak perlu bergantung pada orang lain.
“Dan sekarang,saya memiliki istilah untuk penyakit saya,saya fikir benar
untuk membayar semua kebaikan yang telah dilakukan orang-orang pada saya dengan
berbuat baik kedepannya. Saya berbicara dengan pasien lupus,untuk membantu
mereka dalam mengatasinya dan agar mereka mengerti bagaimana membuatnya menjadi
lebih baik. Saya merasa senang karena saya dapat menawarkan sedikit harapan
pada mereka”
Mitos :
Pria tidak akan terkena penyakit lupus
Fakta :
Lupus terjadi baik pada pria maupun wanita, meskipun lebih banyak
terjadi pada wanita dengan rentang usia 15 sampai dengan 44 tahun.
Sumber : “Living With
Lupus-Story of the Overcomers (Cindy Tong-Lupus Association Singapore)
No comments:
Post a Comment